Unissula Sambut 9.325 Mahasiswa Baru, 7 Mahasiswa Asing Bergabung
- 08 Sep 2026 14:51 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menyambut 9.325 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026. Dari jumlah tersebut, tujuh mahasiswa asing turut bergabung dan menjadi bagian dari upaya Unissula memperkuat lingkungan akademik yang semakin internasional.
Rektor Unissula, Prof. Dr. Gunarto MH mengatakan, jumlah mahasiswa baru tersebut berasal dari berbagai program pendidikan. Sebanyak 4.726 mahasiswa tercatat sebagai mahasiswa baru program reguler, sementara lainnya berasal dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pascasarjana, dan profesi.
“Unissula sudah berlangsung ta’aruf mahasiswa baru. Ada 4.726 mahasiswa baru yang terdiri dari reguler 3.007, kemudian Magister dan RPL bagi yang sudah bekerja,” ujarnya usai membuka Pekan Ta’aruf Mahasiswa Baru di Auditorium Unissula, Selasa, 8 September 2026.
Selain program akademik reguler, Unissula memiliki program pascasarjana yang disebut menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Unissula juga membuka berbagai program spesialis, di antaranya spesialis anestesi dan spesialis penyakit bedah di Fakultas Kedokteran serta spesialis keperawatan medical bedah di Fakultas Keperawatan.
Sementara itu, jumlah mahasiswa pada program profesi mencapai sekitar 1.729 mahasiswa. Dengan demikian, total mahasiswa baru Unissula pada tahun akademik 2026 mencapai sekitar 9.325 mahasiswa.
Menurut Prof. Gunarto, masa ta’aruf menjadi bagian penting untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dari budaya sekolah menengah menuju kehidupan perguruan tinggi. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan kultur akademik serta nilai-nilai yang menjadi landasan kehidupan di lingkungan Unissula.
“Harapannya ada penyesuaian dari budaya SMA ke perguruan tinggi, terutama di bidang akademik. Ada kultur yang berbeda untuk mendapatkan nilai-nilai akademik sekaligus keterampilan tertinggi di bidang sains modern,” katanya.
Ia menambahkan, mahasiswa baru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu membangun jejaring dan kolaborasi dengan mahasiswa senior, dosen, serta sivitas akademika lainnya. Masa ta’aruf menjadi momentum untuk memperkenalkan lingkungan tersebut sejak awal.
Kehadiran tujuh mahasiswa asing juga menjadi bagian dari pengembangan internasionalisasi pendidikan di Unissula. “Mereka berasal dari sejumlah negara, antara lain Nigeria, Timor-Leste, Uganda, dan Nepal,” ungkapnya.
Saat ini Unissula memiliki 53 program studi. Pengembangan internasionalisasi dilakukan melalui pembaruan kurikulum dan penguatan standar pendidikan.
Menurut Prof. Gunarto, Unissula telah memilih ASQUIN di Jerman sebagai lembaga yang menjadi rujukan dalam proses pengembangan standar pendidikan internasional. Proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya kampus meningkatkan kualitas pendidikan agar memiliki standar yang lebih luas.
“Kita memang kurikulumnya standar Eropa karena kita memilih ASQUIN yang di Jerman. Standar Eropa itu hampir setara dengan standar di Amerika dan Australia,” jelasnya.
Ia mengatakan Unissula telah melakukan perubahan terhadap rencana strategis dan kurikulum. Visitasi secara fisik juga telah dilakukan dan pengumuman hasilnya diharapkan dapat diketahui pada Desember 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....