USM Perkuat Jejaring Global Lewat Aliansi Pendidikan China-ASEAN

  • 03 Agt 2026 19:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang: Universitas Semarang (USM) secara resmi memperkuat pijakan dan perannya di kancah internasional dengan berpartisipasi aktif dalam deklarasi pembentukan Aliansi Kerja Sama Pendidikan Sepanjang Hayat China–ASEAN (China–ASEAN Lifelong Education Cooperation Alliance). Deklarasi bersejarah yang berlangsung pada Forum Internasional Pertama di Guizhou, China, pada Kamis 30 Juli 2026.

Forum bertajuk “Pemberdayaan Digital-Cerdas untuk Pembelajaran Sepanjang Hayat — Membangun Ekosistem Baru Pembelajaran Sepanjang Hayat Bagi Umat Manusia” ini menempatkan USM sebagai salah satu wakil strategis dari institusi pendidikan tinggi Indonesia. Dalam ajang internasional tersebut, USM berdiri sejajar dengan Guizhou Open University selaku tuan rumah dan penyelenggara sekretariat aliansi.

Selain itu juga sejajar dengan berbagai lembaga pendidikan ternama dari negara-negara anggota seperti Laos, Kamboja, Vietnam, Australia, dan puluhan universitas terbuka terkemuka di Tiongkok. Kehadiran seluruh perwakilan institusi ditandai dengan penekanan tombol bersama sebagai simbol dibukanya era baru kolaborasi pendidikan lintas negara di kawasan regional.

Sebagai platform kolaborasi permanen pertama di bidang pendidikan sepanjang hayat (lifelong education) yang menghubungkan China dan ASEAN, aliansi ini disepakati untuk berfokus pada empat pilar utama kerja sama secara terpadu. Seluruh anggota berkomitmen untuk saling mengadopsi model pembelajaran inovatif, membagikan sumber daya pembelajaran digital secara terintegrasi, menyusun dan menyelaraskan standar pengajaran berskala internasional, serta melakukan riset bersama terkait pengembangan teori pendidikan berkelanjutan di era digital.

Rektor Universitas Semarang, Dr. Supari, S.T., M.T., menegaskan bahwa keikutsertaan USM dalam aliansi internasional ini merupakan wujud nyata dari lompatan besar kampus dalam memperluas jejaring global. Supari menyampaikan bahwa di era konektivitas dan digitalisasi saat ini, pendidikan sepanjang hayat berbasis teknologi cerdas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk membangun sumber daya manusia yang adaptif.

“USM berkomitmen penuh untuk tidak hanya menjadi peserta aktif, tetapi juga pendorong utama yang siap mengintegrasikan sumber daya digital, menyelaraskan mutu pengajaran dengan standar global, serta membuka ruang kolaborasi riset yang seluas-luasnya bagi dosen dan mahasiswa guna menghadirkan akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Supari dalam keterangan tertulis Senin 3 Agustus 2026.

Menindaklanjuti deklarasi bersama ini, Universitas Semarang telah menyiapkan agenda komitmen strategis ke depan. USM akan mengakselerasi penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan platform digital terintegrasi untuk memperluas jangkauan edukasi tanpa terbatas ruang dan waktu.

Di samping itu, USM berfokus pada penguatan riset bersama, pembaruan kurikulum internal agar selaras dengan kebutuhan industri global, memfasilitasi program mobilitas akademik internasional, serta menghadirkan program pengabdian masyarakat yang adaptif terhadap perubahan teknologi.

“Melalui keterlibatan aktif dalam Aliansi Pendidikan Sepanjang Hayat China-ASEAN ini, Universitas Semarang kembali mengukuhkan perannya tidak hanya sebagai perguruan tinggi unggulan di tingkat nasional, tetapi juga sebagai penggerak kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan global yang inklusif, berbasis digital, dan berorientasi pada masa depan,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....