Dosen FISIP Undip Latih Jurnalistik Siswa SMA 4 Semarang

  • 05 Sep 2026 07:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Tim Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, Fisip Undip menggelar pelatihan jurnalistik bagi siswa SMA Negeri 4 Semarang, baru-baru ini. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal proses jurnalistik sekaligus mengembangkan kemampuan mengolah informasi menjadi karya yang kritis, faktual, dan menarik.

Mengusung tema “Membangun Jurnalisme Pelajar yang Kritis dan Naratif”, pelatihan menghadirkan empat dosen Ilmu Komunikasi Undip, yaitu Dr Sunarto., Dr. Adi Nugroho, Drs. Joyo Nur Suryanto Gono, M.S., dan Drs. Wiwid Noor Rakhmad, M.I.Kom. Keempat dosen Ilkom mengupas berbagai aspek jurnalistik, mulai dari proses peliputan, penulisan berita, hingga pengembangan tulisan feature yang dekat dengan kehidupan pelajar.

Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Sunarto, membahas perkembangan jurnalisme di tengah perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat. “Proses jurnalistik tetap membutuhkan kerja lapangan agar informasi yang diperoleh dapat diverifikasi secara langsung,” katanya dalam keterangan tertulis Jumat 4 September 2026.

Selain membahas pentingnya reportase, Dr Sunarto memperkenalkan konsep indepth reporting sebagai salah satu pendekatan untuk menggali informasi secara lebih mendalam. Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Adi Nugroho yang berfokus pada teknik peliputan dan penulisan berita.

Dengan menggunakan koran cetak yang ditunjukkan ke peserta, sebagai media pembelajaran, dosen ilkom yang akrab disapa Mas Adi ini mengajak siswa mengenali struktur dan karakteristik tulisan jurnalistik di media tersebut secara langsung. Para siswa SMA 4 diperkenalkan pada berbagai jenis tulisan di media massa, tahapan melakukan reportase, serta konsep news value atau nilai berita.

Pemateri berikutnya, Drs. Joyo Nur Suryanto Gono, M.S. membawakan materi mengenai penulisan feature untuk media sekolah. Ia menjelaskan perbedaan antara straight news yang mengutamakan penyampaian fakta secara langsung dan feature yang memberikan ruang lebih luas bagi unsur cerita, suasana, serta sisi manusiawi suatu peristiwa.

Materi ke empat disampaikan oleh Drs. Wiwid Noor Rakhmad M.Ikom yang membahas unsur human interest dalam penulisan feature. Ia mengajak siswa melihat lingkungan sekitar sebagai sumber cerita jurnalistik. Pengalaman siswa, aktivitas sekolah, kisah inspiratif, maupun persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja dapat dikembangkan menjadi tulisan yang memiliki nilai bagi pembaca.

Pendekatan human interest juga menjadi salah satu cara untuk membuat media sekolah lebih dekat dengan pembacanya. Dengan mengangkat pengalaman nyata dan cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, siswa dapat menghasilkan karya yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun keterhubungan emosional dengan pembaca.

Peserta dalam pelatihan antusias mencermati semua sesi pemateri. Pelatihan diikuti 39 siswa. Tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teori jurnalistik, siswa juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana sebuah informasi dikumpulkan, diverifikasi, diolah, dan disajikan kepada khalayak

Melalui kegiatan ini, keterampilan jurnalistik siswa diharapkan terus dikembangkan melalui praktik di lingkungan sekolah. Baik itu melalui majalah dinding, buletin, maupun media digital.

Pihaknya menjelaskan, pelatihan yang menjadi bagian dari pengabdian masyarakat Departemen Ilmu Komunikasi Fisip Undip. Sekaligus menjadi langkah untuk mendorong lahirnya jurnalis pelajar yang mampu melihat persoalan di sekitarnya secara kritis, melakukan peliputan secara bertanggung jawab, dan menyampaikan cerita dengan cara yang kreatif serta bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....