USM Kenalkan Inovasi Platform Rumah Apung Styrofoam di Desa Timbulsloko Demak
- 02 Sep 2026 16:57 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Demak - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) memperkenalkan inovasi platform rumah apung berbahan styrofoam dengan lapisan beton ringan kepada masyarakat Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Inovasi hasil riset Teknik Sipil USM tersebut ditawarkan sebagai alternatif pengembangan platform rumah apung yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan pesisir serta efisien dalam penggunaan dan pemeliharaan.
Ketua Tim PKM, Dr. Ir. Dhamang Budi Cahyono, ST, MT, IPM, ACPE, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir. “Pendekatan yang dilakukan tidak hanya mempertimbangkan aspek konstruksi, tetapi juga kemudahan pemeliharaan dan keberlanjutan penggunaan platform rumah apung,” ujarnya dala pers realese pada Rabu 2 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, tim PKM memberikan penjelasan teknis dan demonstrasi konsep platform kepada masyarakat. Diskusi juga membahas perbedaan karakteristik platform berbahan blue barrel atau drum plastik biru dengan alternatif platform styrofoam berlapis beton ringan.
Anggota tim, Ir. Kukuh Wisnuaji Widiatmoko, ST, MT, turut memberikan kajian dari aspek sumber daya air dan lingkungan perairan. Menurutnya, kondisi perairan menjadi faktor penting karena platform rumah apung harus mampu beradaptasi terhadap perubahan muka air, pasang surut, dan lingkungan pesisir.
Sementara itu, Dr. Ir. Anik Kustirini, ST, MSi dan Ir. Trias Widorini, ST, MEng memberikan kontribusi dari bidang struktur, terutama terkait kekuatan, kestabilan, sistem pelindung material, hingga penerapan konstruksi agar platform dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.
Perwakilan masyarakat Desa Timbulsloko, Bowo Prasetya, mengatakan warga selama ini memanfaatkan blue barrel sebagai salah satu material pengapung pada platform rumah apung. Menurutnya, material tersebut memiliki keunggulan karena mudah diperoleh dan dipasang.
Meski demikian, penggunaannya di lingkungan perairan juga menghadapi sejumlah kendala. “Potensi kebocoran, kerusakan akibat benturan, serta penempelan organisme laut seperti tritip dapat memengaruhi daya apung dan kesetimbangan platform apabila tidak dilakukan pemeliharaan secara rutin,” katanya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memperoleh alternatif teknologi platform rumah apung. Tekonologi ini dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik lingkungan pesisir Desa Timbulsloko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....