KKN UPGRIS Edukasi dan Sosialisasikan Bahaya Narkoba di MA NU Mranggen

  • 29 Agt 2026 03:19 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Demak – Kelompok 40 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika bagi siswa kelas 11 MA NU Mranggen, Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menghindari penyalahgunaan narkoba demi masa depan yang lebih baik.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UPGRIS berkolaborasi langsung dengan Polsek Mranggen. Materi sosialisasi disampaikan secara transparan dan kontekstual oleh pihak kepolisian melalui Aiptu Sugio, S.H. Beliau memaparkan gambaran umum penyalahgunaan zat berbahaya di wilayah Mranggen, yang saat ini didominasi oleh jenis sabu-sabu serta minuman keras oplosan seperti "es moni".

"Sabu-sabu marak digunakan karena relatif mudah didapat dan harganya terjangkau melalui sistem patungan. Selain itu, marak pula konsumsi minuman keras oplosan yang memicu sikap apatis, ketidakpedulian terhadap orang tua, hingga penurunan prestasi belajar," ujar Sugio saat ditemui di sela-sela acara.

Sosialisasi ini tidak hanya mencakup bahaya kesehatan dan dampak hukum, tetapi juga membekali para siswa dengan langkah konkrit untuk membentengi diri serta lingkungan pergaulan mereka. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama diskusi berlangsung.

Tim KKN UPGRIS berfoto bersama usai sosialisasi bahaya narkoba.

Siswa kelas 11 MA NU Mranggen, Kana, membagikan pandangannya mengenai peran pelajar dalam menghadapi ancaman narkoba di lingkungan sekitar. Pelajar harus tegas menolak adanya permintaan untuk mencoba memakai narkoba.

"Kami harus menolak tegas ajakan penyalahgunaan narkoba. Namun, jika ada teman yang menjadi korban, kita wajib melaporkannya kepada guru atau pihak sekolah agar ia mendapat pertolongan medis dan rehabilitasi sosial bukan untuk dihukum, melainkan diselamatkan masa depannya," tutur Kana.

Untuk mencairkan suasana, kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab berhadiah yang dipandu oleh mahasiswa KKN UPGRIS, Syams Aris. Pembagian doorprize tersebut disambut penuh antusias dan interaktif oleh para siswa.

"Melalui sesi tanya jawab ini, kami ingin memastikan para siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi benar-benar paham dan berani menyuarakan pendapatnya terkait bahaya narkoba," ungkap Syams di sela-sela memandu acara.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap, para pelajar MA NU Mranggen mampu menjadi agen perubahan yang berani menolak penyalahgunaan narkotika serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan positif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....