KKN Undip Kembangkan Kali Lojahan Batang Sebagai Wisata Geologi

  • 22 Agt 2026 19:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro turut mengembangkan potensi wisata alam Kali Lojahan, Desa Cepokokuning, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, melalui program kerja berbasis geowisata. Program ini diwujudkan dalam bentuk penyusunan poster informasi geowisata yang kemudian ditempatkan pada papan informasi di kawasan Kali Lojahan.

Program kerja tersebut digagas dan dikembangkan oleh El Hikma Muhammad Fadhel, mahasiswa Teknik Geologi Universitas Diponegoro, dengan tujuan memperkenalkan Kali Lojahan tidak hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang dapat membantu masyarakat dan pengunjung memahami proses-proses alam yang membentuk kawasan tersebut.

Kali Lojahan memiliki aliran sungai, bebatuan alami, serta lingkungan yang masih asri. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan pengalaman belajar mengenai proses terbentuknya bentang alam sungai.

Melalui poster informasi yang dibuat, pengunjung diperkenalkan pada proses terbentuknya Kali Lojahan secara sederhana, mulai dari aliran air dari daerah yang lebih tinggi hingga proses erosi, transportasi material, dan sedimentasi yang berlangsung dalam waktu yang panjang. “Proses-proses tersebut secara perlahan membentuk alur dan bentang sungai yang dapat dinikmati hingga saat ini,” kata El Hikma Muhammad Fadhel melalui keterangan tertulis Sabtu 22 Agustus 2026.

Poster juga memuat informasi mengenai berbagai material yang dapat ditemukan di sepanjang sungai, seperti bongkah, kerakal, kerikil, dan pasir. Keberadaan material tersebut merupakan bagian dari proses alam yang berlangsung terus-menerus, ketika batuan dan sedimen terbawa oleh aliran air dan mengalami perubahan bentuk akibat gesekan selama perjalanan.

“Pengembangan aspek geowisata di Kali Lojahan diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan sebagai sarana edukasi sekaligus mendukung upaya konservasi lingkungan,” jelasnya. Dalam poster tersebut, Kali Lojahan diperkenalkan melalui beberapa nilai geowisata, yaitu nilai ilmiah, edukasi, konservasi, serta sosial dan budaya.

Fadhel selaku pembuat poster sekaligus penggagas program kerja menyampaikan harapannya terhadap keberadaan media informasi tersebut.

“Harapannya, dengan adanya poster informasi geowisata mengenai Kali Lojahan ini, masyarakat dan pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alamnya, tetapi juga dapat belajar dan memahami proses-proses alam yang membentuk Kali Lojahan. Dengan mengetahui dan memahami proses tersebut, saya berharap akan tumbuh rasa peduli dan kecintaan yang lebih besar terhadap alam serta kesadaran untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan di sekitar Kali Lojahan,” ungkapnya.

Keberadaan papan informasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung. Saat menyusuri Kali Lojahan, pengunjung tidak hanya melihat aliran sungai dan bebatuan, tetapi juga dapat memahami bahwa setiap material dan bentang alam yang ada merupakan bagian dari proses bumi yang berlangsung dalam waktu yang panjang.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berupaya mendorong pemanfaatan potensi lokal Kali Lojahan secara lebih edukatif dan berkelanjutan. Pada akhirnya, pengembangan geowisata diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan pengunjung sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk menjaga kebersihan, keaslian, dan kelestarian kawasan Kali Lojahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....