Atasi Keterbatasan Lahan, Untidar Kembangkan Pertanian Modern Lewat Aquaponik

  • 21 Agt 2026 12:56 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Mahasiswa Universitas Negeri Tidar ( Untidar ) Magelang
  • Universitas Negeri Tidar ( Untidar ) Magelang
  • smart greenhouse aquaponik
  • Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi Untidar

RRI.CO.ID, Kota Magelang - Keterbatasan lahan pertanian di kawasan perkotaan mendorong Universitas Tidar (Untidar) Magelang mengembangkan pertanian modern melalui sistem smart greenhouse aquaponik. Inovasi tersebut memadukan budi daya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem yang dikendalikan dengan teknologi otomatis.

Program yang dikembangkan mahasiswa Untidar melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) itu memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kota Magelang di Kelurahan Kedungsari. Lokasi tersebut dipilih karena berada tidak jauh dari Kampus II Untidar di Sidotopo.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar Magelang, Parmin, mengatakan program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan tanaman dan ikan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus ruang praktik bagi mahasiswa.

“Kita memilih dan memanfaatkan lahan milik Pemkot Magelang di Kelurahan Kedungsari, karena lokasinya berdekatan dengan Kampus II Untidar di Sidotopo. Program ini merupakan bagian dari skema pemberdayaan masyarakat yang didukung pemerintah pusat,” kata Parmin saat peresmian smart greenhouse aquaponik, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut Parmin, pengembangan smart greenhouse aquaponik menjadi salah satu alternatif untuk menghadapi keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu menjaga aktivitas pertanian sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar kampus.

Program tersebut dikembangkan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi Untidar dengan melibatkan sejumlah mitra, termasuk BUMN dan BUMD. Selain pemberdayaan masyarakat, program ini juga dipersiapkan untuk mengikuti seleksi nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

“Setelah pelaksanaan program, seluruh penerima akan mengikuti seleksi nasional pada 7-11 September 2026. Dari 220 desa dan kelurahan, kementerian akan memilih 12 yang dinilai terbaik, mahasiswa akan mempresentasikan hasil program dalam proses seleksi tersebut,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengapresiasi pengembangan smart greenhouse aquaponik oleh mahasiswa Untidar. Menurutnya, konsep tersebut relevan dengan kondisi Kota Magelang yang memiliki keterbatasan lahan untuk mengembangkan pertanian secara konvensional.

“Konsep aquaponik ini memungkinkan budi daya ikan dan tanaman dilakukan dalam satu ekosistem. Air dari kolam ikan dapat dimanfaatkan dalam sistem budi daya tanaman, sedangkan tanaman berperan dalam membantu menjaga kualitas air dalam sistem tersebut,” katanya.

Damar menilai pemanfaatan teknologi dan inovasi seperti smart greenhouse aquaponik dapat menjadi pilihan untuk mempertahankan kegiatan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas lahan yang tersedia di kawasan perkotaan.

Pengembangan tersebut juga sejalan dengan kebijakan urban farming dan ketahanan pangan perkotaan yang tengah didorong Pemerintah Kota Magelang. Menurut Damar, pengembangan smart farming membutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui konsep hexa helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, media, serta dukungan regulasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....