Sentuhan Estetika Jepang, KKN Undip Racik Banner dan Buku Rekap UMKM Bergaya Kanso
- 20 Agt 2026 06:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pemalang — Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Diponegoro (Undip), Divanda Kusuma Ningtyas mengikuti program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip di Desa Sidokare, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. Dia berkontribusi dalam perancangan desain banner usaha serta penyusunan desain buku rekap penjualan bergaya kanso yang kini terpasang dan digunakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Sidokare.
Program kerja yang bertajuk “Peningkatan Daya Saing UMKM Desa Sidokare melalui Optimalisasi Media Promosi Visual serta Edukasi Rekap Penjualan Sederhana” itu diinisiasi oleh Enjelika Stefani Br Sembiring, mahasiswa Sekolah Vokasi UNDIP. Menurut Enjelika, kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di lokasi usaha sejumlah pelaku UMKM Desa Sidokare, Kabupaten Pemalang.
"Kegiatan tersebut digagas untuk menjawab persoalan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM setempat, yaitu belum tersedianya identitas visual usaha yang informatif dan menarik, serta belum rapinya pencatatan transaksi penjualan. Dalam pengerjaannya, mahasiswa menerapkan prinsip kanso, salah satu nilai estetika Jepang yang menekankan kesederhanaan, keteraturan, dan penghilangan unsur berlebihan dalam sebuah karya visual," katanya.
Menurut dia, prinsip tersebut digunakan sebagai acuan dalam menyusun tata letak, pemilihan warna, serta tipografi banner agar informasi usaha dapat tersampaikan secara jelas tanpa mengurangi nilai estetika. Latar belakang keilmuan bahasa dan kebudayaan Jepang yang ditekuni turut memperkaya cara pandang dalam mendesain, khususnya dalam menyeimbangkan unsur ruang kosong atau ma dengan elemen visual utama, sehingga banner yang dihasilkan terlihat rapi dan tidak penuh sesak.
Selain banner, kata dia, mahasiswa juga terlibat dalam merancang buku rekap penjualan sederhana yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM. Desain buku disusun dengan format yang ringkas dan mudah diisi, terinspirasi dari semangat kaizen, yaitu falsafah Jepang tentang perbaikan berkelanjutan secara bertahap dan konsisten.
Ia menjelaskan, semangat tersebut diterjemahkan ke dalam struktur kolom pencatatan yang sederhana, sehingga pelaku UMKM dapat membiasakan diri mencatat transaksi setiap hari sebagai langkah kecil menuju pengelolaan usaha yang lebih tertib. Kegiatan perancangan dimulai dengan proses observasi dan diskusi bersama pelaku UMKM untuk memahami profil usaha, jenis produk, serta kebutuhan promosi masing-masing.
"Berdasarkan hasil tersebut, tim menyusun konsep desain, melakukan proses pengerjaan digital, hingga tahap pencetakan. Banner kemudian diserahkan dan dipasang langsung di lokasi usaha, sementara buku rekap penjualan diserahkan disertai pendampingan cara pengisiannya kepada pelaku UMKM," ujarnya.
Enjelika menegaskan, keterlibatan mahasiswa lintas program studi dalam program ini menunjukkan bahwa ilmu kebahasaan dan kebudayaan tidak hanya relevan dalam konteks akademik. Namun juga dapat diaplikasikan secara nyata untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang desain dan komunikasi visual.
Melalui pendekatan estetika Jepang yang sederhana namun bermakna, pihaknya berharap, banner dan buku rekap yang dihasilkan mampu memperkuat identitas usaha sekaligus membangun kebiasaan pencatatan penjualan yang lebih tertib dan berkelanjutan bagi UMKM Desa Sidokare. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama mahasiswa KKN dan para pelaku UMKM di lokasi usaha masing-masing, dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Sidokare.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....