Uji Kualitas Air di Desa Sodong, Mahasiswa Undip Temukan pH Cenderung Asam
- 18 Agt 2026 10:07 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melakukan pengujian kualitas air terhadap 22 sampel di Desa Sodong, Batang dengan menggunakan berbagai parameter laboratorium.
- Hasil pengujian menemukan kadar pH air cenderung asam, menunjukkan potensi masalah kualitas air yang perlu perhatian khusus.
- Selain pengujian laboratorium, mahasiswa juga melakukan pengamatan langsung meliputi parameter bau, rasa, dan warna air, serta telah mensosialisasikan hasil kepada pemerintah desa dan masyarakat.
RRI.CO.ID, Batang - Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) melakukan pengujian kualitas air di Desa Sodong, Kabupaten Batang. Sebanyak 22 sampel air diuji dengan sejumlah parameter, hingga ditemukan bahwa kadar pH cenderung asam.
Beberapa parameter meliputi Total Dissolved Solids (TDS), Daya Hantar Listrik (DHL), suhu, dan tingkat keasaman atau pH. Selain pengujian laboratorium, mahasiswa juga melakukan pengamatan langsung terhadap bau, rasa, dan warna air. Hasil pengujian tersebut kemudian disampaikan dan disosialisasikan kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Mahasiswa Oseanografi Undip, Yunanta Hari Nugraha mengatakan secara umum hasil pengujian menunjukkan kondisi yang baik. Namun, tim menemukan nilai pH yang cenderung rendah di sejumlah titik.
“Dari 22 sampel air yang kami ambil di Desa Sodong, kami melakukan pengujian laboratorium dengan beberapa parameter, yaitu TDS, DHL, suhu, dan pH. Temuan yang kami dapatkan lebih kepada nilai pH yang cenderung rendah di beberapa titik,” ujarnya, Minggu ,16 Agustus 2026.
Nilai pH air yang ditemukan memiliki rata-rata sekitar 5,6. sementara pada salah satu titik tercatat mencapai 4,1. Temuan ini menunjukkan air memiliki sifat yang cenderung asam.
Mahasiswa Teknik Geologi Undip, Fadhli Haula menjelaskan kemungkinan penyebab rendahnya pH air. Menurutnya, hal tersebut dapat berkaitan dengan kondisi alam di Desa Sodong.
“Kalau kita melihat kondisi Desa Sodong, salah satu faktor yang memungkinkan menyebabkan pH air cenderung rendah adalah kondisi alamnya. Dari sudut pandang geologi, Desa Sodong tersusun oleh batuan vulkanik, salah satunya andesit,” katanya.
Menurutnya, vegetasi di Desa Sodong yang cukup lebat juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Material organik dari lingkungan hutan yang mengalami proses pembusukan dapat memengaruhi sifat air.
“Jadi, karakter lingkungan, material organik, dan kondisi geologi menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melihat kenapa pH air di beberapa titik relatif rendah. Namun, untuk memastikan penyebabnya secara lebih spesifik, tentu masih diperlukan pengujian dan kajian lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sodong Moh. Tarmolah mengapresiasi kegiatan dan temuan mahasiswa tersebut. Menurutnya, hasil pengujian memberikan informasi penting bagi pemerintah desa dan masyarakat mengenai kondisi air di wilayahnya.
“Kami dari pemerintah desa tentu mengapresiasi kegiatan dan temuan dari teman-teman mahasiswa KKN Undip ini. Bagi kami, hasil pengujian seperti ini memberikan informasi yang cukup penting mengenai kondisi air di Desa Sodong,” katanya.
Ia mengatakan pemerintah desa akan menindaklanjuti hasil pengujian sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. "Harapannya, hasil ini bisa menjadi bahan evaluasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sodong,” ujarnya.
Temuan tersebut menjadi gambaran awal mengenai karakteristik air di kawasan pegunungan Desa Sodong. Dengan adanya sosialisasi hasil pengujian, masyarakat dan pemerintah desa diharapkan dapat memahami kondisi sumber air sekaligus mempertimbangkan langkah lanjutan berdasarkan hasil kajian yang lebih mendalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....