USM Latih Wanita Nelayan Timbulsloko Budidaya Akuaponik untuk Ketahanan Pangan

  • 29 Agt 2026 13:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan sistem budidaya akuaponik kepada ibu-ibu wanita nelayan di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak pada Kamis 28 Agustus 2026. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan pekarangan yang tidak terdampak banjir rob untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Tim PkM USM dipimpin Anisa Rachma Sari, S.Si., M.Si., bersama Ir. Dewi Larasati, M.Si., dan Dr. Rohmini Indah Lestari, S.T., M.M. Kegiatan tersebut juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Teknologi Informatika, Muhamad Khusnu Marom dan Reino Avansatria.

Anisa mengatakan Desa Timbulsloko merupakan salah satu wilayah yang terdampak parah banjir rob. Lahan pertanian dan tambak yang sebelumnya menjadi sumber mata pencaharian warga bahkan telah hilang akibat rob sejak 2016.

Menurutnya, perempuan nelayan memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan lingkungan serta memperkuat ketahanan pangan keluarga. “Akuaponik merupakan kombinasi budidaya ikan dan tanaman sayur dalam satu sistem sehingga lebih praktis dari sisi tempat, waktu, tenaga, dan biaya,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, lanjut dia, peserta diperkenalkan cara membuat sistem akuaponik sederhana dengan memanfaatkan barang bekas, seperti galon, serta bibit ikan dan tanaman sayur. Sistem tersebut dapat ditempatkan di pekarangan yang tidak terdampak rob dengan perlindungan paranet.

“Lele dan kangkung menjadi jenis yang direkomendasikan karena memiliki daya tahan lingkungan yang baik dan pertumbuhan relatif cepat. Budidaya akuaponik diharapkan dapat menghasilkan ikan dan sayuran organik bebas pestisida untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ucapnya.

Anisa menambahkan, pemeliharaan lele membutuhkan perhatian terhadap kualitas air, suhu, kebersihan wadah, dan pemberian pakan secara teratur. “Lele dapat dipanen pada usia sekitar 60 hingga 90 hari dan selanjutnya dapat diolah menjadi berbagai produk pangan,” imbuhnya.

Selain memberikan pelatihan, Tim PkM USM juga mengenalkan Universitas Semarang dan Fakultas Teknologi Pertanian kepada masyarakat. Diharapkan, kegiatan tersebut dapat mendorong generasi muda di Desa Timbulsloko untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....