Mahasiswa KKN Undip Petakan Potensi UMKM dan Tata Guna Lahan Desa Kedunggading
- 15 Agt 2026 03:11 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tahun 2026/2027 melaksanakan program pendataan dan pemetaan potensi UMKM di Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Program ini mengintegrasikan identifikasi persebaran UMKM, pendataan informasi kesehatan komoditas unggulan, serta visualisasi data untuk menghasilkan basis data dan peta persebaran potensi UMKM Desa Kedunggading.
Mahasiswa KKN Undip, Madiana Rahmania Poetry mengatakan, program ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya basis data UMKM yang terintegrasi dan mudah diakses. Informasi mengenai lokasi usaha, jenis usaha, status kepemilikan, penggunaan pembayaran digital, hingga cakupan pemasaran masih tersebar dan belum terdokumentasi secara sistematis.
Menurut dia, Pemerintah Desa Kedunggading belum memiliki peta persebaran UMKM yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan ekonomi maupun promosi potensi desa. Di sisi lain, informasi mengenai aspek kesehatan yang berkaitan dengan komoditas unggulan UMKM juga belum terdokumentasi secara optimal sebagai media edukasi bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan survei dan pendataan UMKM, kami ingin memberikan informasi mengenai berbagai jenis usaha yang berkembang di Desa Kedunggading. Data yang dihimpun diolah untuk menunjukkan jenis dan persebaran usaha, sehingga masyarakat maupun pemerintah desa dapat mengetahui potensi UMKM yang dimiliki Desa Kedunggading,” jelas Diana, sapaan akrab mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Undip tersebut.
Tim KKN terdiri atas empat mahasiswa, dalam kegiatan ini Diana menyusun peta persebaran potensi UMKM menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS). Tiga mahasiswa lainnya, Deta Agesti Setyo Ayu (Program Studi Statistika), Putu Vrinda Kaeravina (Kedokteran Gigi), dan Nurul Yulia Andini (Oseanografi).
Deta melakukan survei dan pengolahan data UMKM, dan Putu Vrinda mengidentifikasi faktor risiko kesehatan yang berkaitan dengan komoditas unggulan dan aktivitas UMKM. Adapun, Nurul Yulia menyusun peta administrasi sebagai dasar pemetaan wilayah.
Deta mengatakan, seluruh kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, dan wawancara dengan pelaku UMKM dan perangkat desa. Tim juga melakukan survei menggunakan kuesioner berbasis Google Form untuk menghimpun informasi mengenai jenis usaha, status usaha, pembayaran yang digunakan, dan cakupan pemasaran, serta pengambilan titik koordinat (GPS) pada setiap lokasi UMKM sebagai dasar penyusunan peta persebaran.
Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, ia berharap, pemerintah desa memperoleh data yang lebih terintegrasi untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan UMKM. Selain itu juga ada data penyediaan informasi kesehatan terkait komoditas unggulan, serta pemanfaatan teknologi geospasial dan digitalisasi data dalam perencanaan pembangunan desa.
Pihaknya menjelaskan, program ini sejalan dengan upaya mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khususnya SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dia berharap, luaran program berupa peta persebaran potensi UMKM beserta basis data pendukung dapat menjadi media promosi. Sekaligus acuan dalam pengambilan kebijakan pembangunan ekonomi Desa Kedunggading.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....