Mahasiswa KKN Undip Serahkan Panduan Rocket Stove, Solusi Tangani Limbah Triplek

  • 15 Agt 2026 02:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Melihat fenomena timbunan limbah triplek di Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal yang menjadi permasalahan serius bagi warga dan perangkat desa, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) merencanakan pengembangan rocket stove atau tungku pembakaran. Hal itu sebagai alternatif pemanfaatan sisa kayu produksi yang masih layak digunakan sebagai bahan bakar.

Program ini dilaksanakan mahasiswa KKN Undip, Ilyas Sulantara Fauzi jurusan Antropologi Sosial di bawah bimbingan Dea Adielyani SM MM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Ilyas mengatakan, sebagai bagian dari keberlanjutan program, booklet panduan rocket stove diserahkan pada 11 Agustus 2026 di Balai Desa Rejosari.

Penyerahan tersebut diwakili dan diterima oleh Mukhtarom selaku Kepala Desa Rejosari. Booklet ini diberikan sebagai bahan acuan bagi pemerintah desa dan masyarakat, khususnya pelaku usaha triplek, dalam memahami rancangan serta proses pembuatan rocket stove.

Dalam program tersebut, Ilyas berperan dalam penyusunan blueprint rocket stove serta panduan pemilihan material yang digunakan dalam pembuatannya. "Panduan tersebut menjadi bagian dari pengembangan prototipe rocket stove yang sebelumnya telah dibangun di Desa Rejosari," ungkapnya.

Melalui rancangan tersebut, kata dia, sisa kayu produksi yang memenuhi kriteria untuk digunakan sebagai bahan bakar dapat dimanfaatkan kembali. Dengan demikian, limbah kayu memiliki nilai guna, dibandingkan hanya menjadi sisa produksi.

“Melalui rocket stove ini, kami ingin memberikan alternatif pemanfaatan sisa kayu agar tidak hanya menjadi sisa produksi, tetapi dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar. Harapannya, teknologi ini bisa terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat,” ujar Ilyas.

Menurut dia, booklet yang diserahkan memuat informasi mengenai rancangan rocket stove, pemilihan material, serta panduan pembuatan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan tungku. Dengan adanya booklet tersebut, masyarakat akan terbantu untuk memahami teknologi yang telah dikembangkan dan menjadi referensi apabila rocket stove akan dibuat atau dikembangkan kembali sesuai kebutuhan.

Ia menjelaskan, pengembangan rocket stove dan penyerahan booklet ini menjadi bagian dari upaya keberlanjutan program di Desa Rejosari. Inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai prototipe saja, tetapi dapat terus berlanjut melalui pembangunan rocket stove lainnya dengan berpedoman pada booklet yang telah disusun.

Ilyas menuturkan, keberadaan inovasi ini menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Terutama melalui pemanfaatan limbah kayu sebagai sumber energi yang lebih bermanfaat dan efisien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....