Alasan China Punya Satu Zona Waktu di Negaranya
- 14 Agt 2026 20:06 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - China merupakan salah satu negara terluas dunia, membentang sangat jauh dari wilayah timur hingga bagian baratnya yang luas. Menariknya, seluruh daratan China secara resmi menggunakan satu zona waktu, yaitu Waktu Beijing atau China Standard Time nasional.
Secara geografis, wilayah China sebenarnya membentang melintasi beberapa zona waktu berdasarkan perbedaan garis bujur wilayahnya sendiri secara alami. Namun, pemerintah menetapkan UTC+8 sebagai standar waktu nasional yang berlaku secara resmi di seluruh daratan China hingga kini.
Menurut laman resmi samr.gov.cn, China Standard Time berada delapan jam mendahului UTC tepat. Waktu standar tersebut juga dinyatakan konsisten dengan Beijing Time untuk kebutuhan nasional di berbagai bidang kehidupan masyarakat China.
Kebijakan satu zona waktu membuat seluruh wilayah China memiliki waktu resmi yang sama meskipun posisi mataharinya berbeda setempat. Perbedaan tersebut paling terasa di wilayah barat, karena matahari terbit dan terbenam jauh lebih lambat menurut jam resmi.
Di Xinjiang, misalnya, masyarakat lokal juga mengenal waktu tidak resmi yang lebih lambat dibandingkan Waktu Beijing setempat hari. Namun, kegiatan pemerintahan dan berbagai urusan resmi tetap menggunakan China Standard Time sebagai acuan waktu nasional utama secara.
Penggunaan satu waktu nasional memberikan kemudahan dalam mengatur jadwal pemerintahan, komunikasi, transportasi, dan aktivitas lintas wilayah nasional harian tersebut. Masyarakat yang bepergian antardaerah juga tidak perlu mengubah jam ketika berpindah dari timur menuju barat China secara langsung.
Meski praktis secara administratif, satu zona waktu juga menciptakan perbedaan antara waktu resmi dan kondisi matahari setempat. Karena itu, masyarakat di wilayah barat menyesuaikan pola aktivitas harian dengan kondisi cahaya matahari yang berbeda setiap harinya.
Jadi, China memang sangat luas, tetapi seluruh daratannya secara resmi hanya menggunakan satu zona waktu nasional hingga sekarang. Fenomena ini menunjukkan bagaimana keputusan administratif dapat membuat satu negara menggunakan waktu seragam meskipun kondisi geografisnya berbeda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....