UIN Walisongo Dorong Islam Indonesia Jadi Soft Power Global
- 11 Agt 2026 16:28 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Islam Indonesia dinilai memiliki potensi menjadi salah satu kekuatan lunak (soft power) yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global. Potensi tersebut didukung karakter Islam Indonesia yang tumbuh dalam masyarakat majemuk, demokratis, serta memiliki pengalaman dalam membangun kehidupan sosial yang berdampingan dengan keberagaman.
Gagasan tersebut mengemuka dalam International Seminar on Indonesian Islam and Global Affairsbyang digelar Pascasarjana UIN Walisongo Semarang di Ruang Teater Gedung Kiai Saleh Darat, Senin, 10 Agustus 2026. Seminar tersebut menghadirkan Prof. Dr. Robert W. Hefner, Prof. Sumanto Al Qurtuby, dan Prof. Dr. Muhyar Fanani.
Prof. Muhyar Fanani mengatakan pengembangan soft power Indonesia membutuhkan strategi yang terarah dan berkelanjutan. Menurutnya, Islam Indonesia dapat menjadi salah satu fondasi dalam membangun kekuatan lunak tersebut di tingkat internasional.
Untuk mewujudkannya, ia mendorong penyusunan blueprint yang konsisten dan komprehensif. Strategi tersebut diperlukan agar potensi Islam Indonesia tidak hanya menjadi kekuatan sosial di dalam negeri, tetapi juga dapat memberikan kontribusi dalam hubungan internasional.
Menurut Muhyar, posisi Islam Indonesia dapat dikembangkan tidak sebatas sebagai identitas keagamaan. Nilai-nilai sosial, pengalaman demokrasi, serta kemampuan berinteraksi dengan masyarakat yang beragam dapat menjadi modal untuk memperkuat citra dan pengaruh Indonesia di dunia.
Pandangan tersebut sejalan dengan pemaparan Prof. Dr. Robert W. Hefner mengenai karakter Islam Indonesia. Ia menilai Indonesia memiliki pengalaman penting dalam mengembangkan kehidupan Islam yang berinteraksi dengan keragaman budaya dan tradisi masyarakat.
Hefner menyebut terdapat sejumlah faktor yang membuat Islam Indonesia menarik untuk dikaji. Salah satunya adalah tingginya kemajemukan Islam dan urf atau tradisi masyarakat Indonesia yang berkembang berdampingan.
Selain itu, pemimpin Muslim Indonesia dinilai mampu mengikuti arus modernisasi dari berbagai sisi. Indonesia juga memiliki organisasi kemasyarakatan Islam yang besar dengan peran yang luas di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Menurut Hefner, organisasi Islam di Indonesia tidak hanya menjalankan fungsi keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam berbagai bidang sosial. Kondisi tersebut menjadi salah satu kekuatan yang dapat mendukung peran Islam Indonesia dalam konteks global.
“Umat Islam Indonesia itu besar. Aktif dan demokratis,” ujar Hefner.
Sementara itu, Prof. Sumanto Al Qurtuby menyoroti cara masyarakat Indonesia memahami konflik di Timur Tengah. Ia mengingatkan bahwa konflik di kawasan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan agama, melainkan memiliki latar belakang yang kompleks.
Menurut Sumanto, sejumlah persepsi yang berkembang di masyarakat antara lain konflik agama, proxy war, dan intervensi Amerika Serikat. Namun, konflik juga dipengaruhi dinamika internal masing-masing negara.
“Konflik yang kompleks ini muncul karena adanya dinamika internal bagi masing-masing negara,” jelas Sumanto.
Ia menjelaskan, faktor lain yang memengaruhi konflik meliputi persoalan geopolitik, perebutan wilayah dan klaim kesejahteraan, kompetisi kekuasaan berbasis etnis atau suku, hingga perseteruan antarkelompok.
Sumanto juga mengingatkan masyarakat Indonesia agar mampu membedakan perspektif negara, pemerintah, dan individu ketika menyikapi konflik internasional. Pemahaman tersebut penting agar masyarakat tidak mudah terseret dalam konflik yang memiliki latar belakang berbeda dengan kondisi Indonesia.
Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., mengatakan seminar tersebut menjadi ruang penting bagi sivitas akademika untuk mendiskusikan berbagai persoalan global yang dihadapi umat Islam Indonesia.
“Ini merupakan kesempatan besar yang bisa kita manfaatkan. Berdiskusi tentang permasalahan global yang muncul dan kita hadapi sebagai umat Muslim di Indonesia,” ujar Musahadi.
Melalui forum akademik tersebut, UIN Walisongo mendorong penguatan kajian mengenai Islam Indonesia dan perannya dalam isu global. Pengembangan soft power diharapkan dapat dilakukan secara terarah dengan memanfaatkan kekuatan sosial, budaya, dan pengalaman keberagaman yang dimiliki Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....