Menko PMK: Perguruan Tinggi Perlu Berani Cari Sumber Pembiayaan Eksternal

  • 02 Sep 2026 09:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., mendorong perguruan tinggi untuk lebih berani mencari sumber pembiayaan eksternal guna mendukung pengembangan kampus. Perguruan tinggi dinilai tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan anggaran internal untuk meningkatkan mutu dan layanan pendidikan.

Hal itu disampaikan Pratikno saat menghadiri Executive Meeting Pengembangan External Resources di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang, Selasa 1 September 2026. Pertemuan tersebut diikuti jajaran pimpinan universitas, dekanat, serta pimpinan lembaga dan unit kerja di lingkungan UIN Walisongo.

Pratikno mengatakan, perguruan tinggi menghadapi tantangan berupa tuntutan mutu dan pelayanan yang terus meningkat, sementara ruang pembiayaan sering kali terbatas. Oleh karena itu, diperlukan perubahan pola pikir dalam menyusun perencanaan sekaligus pembiayaan pengembangan kampus.

“Tata kelola perguruan tinggi pada dasarnya mengelola dilema mandat. Kita perlu mencari rel yang tepat, bukan sekadar mengerem. Tuntutan mutu dan pelayanan kampus terus meningkat, sementara ruang pembiayaan sering kali terbatas,” ujarnya.

Menurut Pratikno, perguruan tinggi perlu menawarkan narasi masa depan dan reputasi yang dimiliki untuk menarik dukungan dari berbagai sumber eksternal. Dukungan tersebut tidak selalu berbentuk dana tunai atau fresh money, tetapi juga dapat berupa bantuan fasilitas maupun kontribusi dalam bentuk in-kind.

Selain itu, perguruan tinggi dapat mengembangkan skema kerja sama dengan mitra korporasi maupun filantropi, termasuk melalui naming rights atau hak penamaan gedung dan fasilitas bersama. Skema tersebut dinilai dapat menjadi alternatif pembiayaan untuk mendukung pengembangan kampus.

Menanggapi arahan tersebut, Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., mengatakan kampus siap mengubah paradigma pembiayaan dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pola konvensional. “Arahan Bapak Menko PMK menjadi pemantik semangat sekaligus kompas strategis bagi UIN Walisongo,” ujarnya.

Ia mengatakan, hasil Executive Meeting akan segera ditindaklanjuti oleh seluruh unit kerja. Program-program strategis UIN Walisongo nantinya diarahkan memiliki tiga sumber pembiayaan, yakni dukungan anggaran internal, kontribusi fasilitas dari mitra, serta penggalian dana segar dari sumber eksternal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Walisongo memperkuat tata kelola dan pembiayaan perguruan tinggi dalam mencapai target sebagai world-class university. Dengan mengoptimalkan reputasi akademik, sumber daya manusia dan kemitraan strategis, kampus diharapkan mampu memperluas ruang pembiayaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan berstandar internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....