Polines Kembangkan SPEKTRA-NAVI, Bantu Kurangi Risiko Cedera Atlet Tunanetra

  • 03 Agt 2026 13:51 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Tim mahasiswa Politeknik Negeri Semarang mengembangkan SPEKTRA-NAVI, teknologi asistif berbasis IoMT dan Edge AI Computer Vision untuk atlet goalball penyandang disabilitas netra.
  • Inovasi ini menggabungkan perangkat smart wearable dengan sistem navigasi suara untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko cedera pada atlet saat berlatih.
  • SPEKTRA-NAVI berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) Belmawa Kemendikbudristek dan akan mengikuti Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2).

RRI.CO.ID, Semarang – Tim mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengembangkan teknologi asistif bernama SPEKTRA-NAVI yang dirancang membantu mengurangi risiko cedera sekaligus meningkatkan efektivitas latihan atlet goalball penyandang disabilitas netra. Inovasi tersebut berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) Belmawa Kemendikbudristek dan kini bersiap mengikuti Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2).

SPEKTRA-NAVI dikembangkan sebagai perangkat berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan Edge AI Computer Vision untuk mendukung proses pembinaan atlet goalball. Teknologi ini memadukan perangkat smart wearable dengan sistem navigasi suara sehingga atlet dapat berlatih secara lebih aman dan mandiri.

Dosen pembimbing tim, Aminuddin Rizal, S.T., M.Sc., menjelaskan SPEKTRA-NAVI mengintegrasikan sabuk pintar yang dikenakan di dada dengan aplikasi pada telepon pintar. Sementara itu, kamera berbasis Edge AI yang ditempatkan di gawang mendeteksi arah pergerakan bola secara real time dan mengubahnya menjadi panduan suara tiga dimensi melalui headset bone conduction.

"SPEKTRA-NAVI mengintegrasikan smart wearable sabuk dada dan aplikasi smartphone berbasis IoMT. Kamera Edge AI di gawang melacak laju bola secara real-time dan mengubahnya menjadi navigasi suara 3D via headset bone conduction," ujar Aminuddin melalui keterangan tertulis, Senin, 3 Agustus 2026.

Selain membantu navigasi saat latihan, perangkat ini juga dilengkapi sensor elektrokardiogram (ECG) dan sensor inersia untuk memantau detak jantung serta kestabilan gerak atlet. Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai indikator dini untuk mencegah cedera maupun kelelahan akibat latihan berlebihan.

Melalui aplikasi yang dikembangkan, pelatih dapat mengatur tiga mode latihan, yaitu tanding, simulasi, dan lari. Sistem tersebut juga memungkinkan pelatih memantau perkembangan atlet secara langsung melalui telepon pintar.

Menurut Aminuddin, atlet dan pelatih Goalball NPCI Kota Semarang menyambut positif kehadiran SPEKTRA-NAVI. Inovasi ini dinilai membuat latihan lebih efisien karena atlet dapat berlatih secara mandiri tanpa selalu didampingi, sementara pelatih tetap bisa memonitor perkembangan latihan melalui aplikasi.

Tim pengembang SPEKTRA-NAVI terdiri atas Rasyad Tanzilur Rahman, Muhammad Rizha Afrendy, Muhammad Wahyu Saputra, Muhammad Rafid Asyrafa, dan Rahma Indiazzahra dengan bimbingan Aminuddin Rizal. Inovasi tersebut diharapkan menjadi solusi teknologi yang mendukung pembinaan atlet disabilitas sekaligus mendorong pengembangan teknologi kesehatan dan olahraga di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....