Bangun Generasi Tangguh Bencana Berbasis Sekolah di Daerah Rawan Erupsi Merapi
- 02 Agt 2026 21:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Magelang - Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Terbuka melakukan pendampingan untuk peningkatan kapasitas sekolah dalam menghadapi ancaman bencana erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar melalui skema Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 24 PTNBH.
Koordinator Tim Pengabdian, Dr Evi Widowati MKes mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki risiko bencana. "Kondisi ini menuntut peningkatan kesadaran keselamatan kebencanaan sejak usia dini, terutama di lingkungan sekolah yang menjadi tempat belajar, bermain sekaligus ruang perlindungan bagi anak," ungkap dosen Unnes tersebut, Minggu, 2 Agustus 2026.
Menurut dia, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sekolah dalam melakukan respon saat menghadapi keadaan darurat melalui pendekatan partisipatif. Agenda yang dilakukan antara lain penyusunan tim tanggap darurat, penyusunan prosedur tanggap darurat, penyusunan media safety induction untuk sekolah, serta pemberian buku saku mitigasi bencana kepada semua siswa, guru dan kepala sekolah.
Ia menjelaskan, tim pengabdi juga malakukan peningkatan kapasitas dan pengetahuan warga sekolah melalui pelatihan dan simulasi bencana. Selain itu juga bersama-sama melakukan peningkatan fasilitas keselamatan sekolah terkait kesiapsiagaan bencana, seperti: bersama-sama menentukan arah evakuasi, memasang tanda evakuasi dan titik kumpul.

Selain Evi, pelaksana utama kegiatan ini melibatkan dosen Unnes lainnya sebagai anggota yaitu Alfiana Ainun Nisa SKM MKes, Dr Edi Kurniawan MPd, dan mahasiswa yaitu Rafidha Nur Alifah. Kegiatan juga melibatkan pelaksana mitra yaitu Dr Suhartono MPd dari Universitas Terbuka (UT).
Mahasiswa dan beberapa kepakaran tim mulai dari bidang keselamatan, promosi kesehatan, bidang kebencanaan dan bidang kependidikan turut dilibatkan pada kegiatan ini.
MI Muhammadiyah Sumber, terletak di Desa Sumber, Kabupaten Magelang yang berada di lingkungan yang rawan bencana erupsi Gunung Merapi.
Dari kegiatan pelatihan ini, Evi menyampaikan, terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada siswa setelah mengikuti pelatihan. Siswa juga terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini.
"Hasil pengukuran pre-test terlihat bahwa siswa kelas 6 memang telah memiliki pengetahuan mitigasi bencana yang cukup baik. Mereka memiliki rata-rata pengetahuan yang paling tinggi dibandingkan dengan siswa dari kelas lainnya," tuturnya.
Hal ini sangat wajar sebab siswa kelas 6 mempunyai paparan informasi yang lebih luas, perkembangan kognitif yang lebih matang, serta kemampuan literasi yang lebih baik. Fokus dan perhatiannya juga baik, serta memiliki akumulasi pembelajaran yang lebih komprehensif dibandingkan dengan kelas-kelas lain dibawahnya.
Ia menegaskan, pelatihan ini sangat penting dilakukan sebagai kegiatan pra kondisi sebelum melakukan praktek simulasi yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2026. Untuk mengurangi dampak akibat bencana yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah, maka perlu menyelenggarakan mitigasi bencana.
Kepala MI Muhammadiyah Sumber, Al Amin SPdI sangat mendukung kegiatan pengabdian ini. "Sekolah siap berkolaborasi dalam meningkatkan ketangguhan sekolah dalam menghadapi ancaman bencana," ungkapnya.
Sabtu, 1 Agustus 2026 tim pengabdi melakukan koordinasi sekaligus pelatihan terhadap kepala sekolah dan perwakilan guru yang meliputi diskusi, prosedur dan penyusunan struktur tim tanggap bencana di sekolah. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan melakukan pelatihan pada siswa yang dilengkapi dengan kegiatan pengukuran pengetahuan siswa sebelum dan setelah pelatihan.
Selain koordinasi dan pelatihan, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan penentuan jalur evakuasi, dan penentuan titik kumpul. Termasuk juga pemasangan tanda jalur/rute evakuasi disekolah serta kegiatan pra simulasi secara partisipatif bersama dengan pihak sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....