LKMM-TM 2026, Wadah Mahasiswa UPGRIS Kembangkan Keterampilan Berorganisasi
- 02 Agt 2026 12:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) 2026 menjadi wadah mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tingkatkan keterampilan dan kompetensi dalam berorganisasi pada Minggu 2 Agustus 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) diikuti 63 organisasi kemahasiswaan (Ormawa) dan lembaga mahasiswa (Lemawa) di UPGRIS.
Rektor UPGRIS, Dr Sapto Budoyo MH sangat mendukung diselenggarakannya LKKM-TM 2026 sebagai peningkatan soft skill dan hard skil mahasiswa dalam berorganisasi. Kegiatan ini juga untuk membekali mahasiswa dalam mengembangkan bakat minat selain hard skill yang dimiliki.
“Acara ini menjadi penting. karena para mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kuliah rutin. Kami berkomitmen untuk memberi kesempatan para mahasiswa untuk mengembangkan hard skill dan soft skill dengan sejumlah kegiatan,” terang Sapto disela acara yang dilaksanakan di Wisma Perdamaian Semarang.
Ia berharap, kegiatan LKMM-TM dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa untuk mengembangkan diri sebagai calon pemimpin. Melalui kegiatan tersebut, juga akan menjadi bekal mahasiswa ketika mereka terjun di tengah masyarakat.
“Mahasiswa harus disiplin, harus semangat dan yang tidak kalah penting harus memiliki integritas. Karena sepintar apapun seseorang, kalau tidak didasari kejujuran, integritas yang tinggi saya kira enggak akan sukses,” ucapnya.
Menurutnya, organisasi kemahasiswaan menjadi miniaturnya dalam kehidupan bernegara. Sehingga, dalam masa kuliah mahasiswa ditempa untuk menjadi pribadi yang mencerminkan kampus UPGRIS the meaning universal city.
“Saya kira mahasiswa saat sedang kuliah, untuk menguasai ilmu yang banyakdan baik di sisi hard skill maupun soft skill. Sehingga setelah lulus mereka siap untuk mengabdi kepada masyarakat dan memberikan manfaat,” tegasnya.

(Peserta LKMM-TM 2026 kampus UPGRIS)
Wakil Rektor III UPGRIS, Dr Heri Prabowo MM mengatakan, pihaknya memberikan dukungan memalui alokasi anggran khusus dalam pengembangan kemahasiswaan. Selain itu, dukungan kebijakan bagi mahasiswa yang aktif untuk terus mengmbangkan soft skill maupaun hard skillnya.
“Implementasi kebijakan misalkan KKN, ketika mengikuti tiga lembaga yang menjadi semua syarat terpenuhi mereka bisa memilih untuk bisa eh dikonversi ke KKN. Dimana program kemahasiswaan banyak yang terjun ke masyarakat, sehingga kami membaca mereka memang sudah mengaktualisasikan, sudah terjun dan bisa dilakukan asessmen terkait dengan aktivitas di bidang akademik,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....