Kunjungi Undip, Mendiktisaintek Minta Kampus Perkuat Peran sebagai Motor Inovasi
- 30 Jul 2026 09:26 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto melakukan kunjungan kerja ke Universitas Diponegoro pada Senin, 27 Juli 2026, untuk mendorong inovasi dan kemajuan bangsa.
- Menteri menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya gagasan, teknologi, dan solusi untuk mendukung perjalanan Indonesia menuju negara maju.
- Riset yang dilakukan oleh universitas harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri untuk memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa.
RRI.CO.ID, Semarang – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, mendorong Universitas Diponegoro (Undip) menjadi motor inovasi dan kemajuan bangsa melalui riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri. Hal itu disampaikan Prof. Brian saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Diponegoro, Senin, 27 Juli 2026.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis. Kampus menjadi pusat lahirnya gagasan, teknologi, dan solusi untuk mendukung perjalanan Indonesia menuju negara maju.
Dalam kunjungan itu, ia diterima Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., beserta jajaran pimpinan universitas di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya, Kampus Undip Tembalang. Sebelum mengikuti agenda resmi, Prof. Brian melaksanakan Salat Subuh berjamaah dan menyampaikan Kuliah Subuh di Masjid Kampus Undip sebagai pembuka kunjungan yang memadukan penguatan nilai spiritual dengan semangat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.
Dalam sambutannya, Prof. Brian mengapresiasi perkembangan Universitas Diponegoro yang dinilainya terus menunjukkan kemajuan. Ia menegaskan perguruan tinggi harus mampu menjadi pusat inovasi sekaligus memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
"Sebagai bangsa yang sedang bergerak maju, tantangan dan keterbatasan tentu selalu ada. Di sinilah kampus harus mengambil peran sebagai center of gravity sekaligus mercusuar penerang, yakni tempat hadirnya inovasi, pemikiran maju, dan solusi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bangsa, serta industri," ujarnya melalui siaran pers, Kamis, 30 Juli 2026.
Selain menekankan pentingnya inovasi, Mendiktisaintek juga mengajak seluruh dosen untuk terus meningkatkan kontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi. Ia juga mendorong pimpinan perguruan tinggi memberikan kemudahan layanan administrasi dan percepatan kenaikan pangkat bagi tenaga pendidik agar ekosistem akademik semakin kondusif.
Prof. Brian menegaskan pemerataan akses pendidikan tinggi juga menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, perguruan tinggi perlu memperkuat pendampingan mahasiswa serta memastikan tidak ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan kuliah karena keterbatasan ekonomi.
"Dari sekitar 380.000 pendaftar KIP Kuliah, lebih dari 80.000 di antaranya berhasil terjaring di PTN. Ini bukti komitmen kita bersama agar tidak ada anak bangsa yang terhenti meraih cita-cita tingginya hanya karena keterbatasan ekonomi," katanya.
Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, menyambut baik arahan tersebut. Ia menegaskan komitmen Undip untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu wujudnya adalah pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Undip. Dengan adanya TPDT, kini kampusnya tidak lagi mengirim sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Semarang.
Selain inovasi di bidang lingkungan, Undip juga terus mengembangkan berbagai hasil riset, seperti teknologi daur ulang sampah, pengolahan air bersih (water treatment), dan teknologi ozon untuk sektor pertanian. Di bidang pendidikan, Undip juga memperluas akses bagi mahasiswa melalui penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT), program KIP Kuliah, serta penyediaan beasiswa penuh bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....