Literasi Rendah Picu Stunting di Desa Campurejo Kendal, Udinus Gencarkan SIGESIT
- 30 Jul 2026 05:34 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Rendahnya tingkat literasi masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu tingginya kasus stunting di Desa Campurejo, Kabupaten Kendal. Untuk menjawab persoalan tersebut, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggencarkan Program SIGESIT yang mengusung konsep Desa Cerdas.
Program tersebut dipaparkan Ketua Pelaksana PPK Ormawa Udinus, Kholifah Al Hayu Maryam, bersama Koordinator Divisi Acara, Syakira Aliyah Nariswari, dalam siaran Pro 2 RRI Semarang, Jumat, 24 Juli 2026. Program SIGESIT dirancang berdasarkan hasil survei kebutuhan masyarakat di Desa Campurejo.
Ketua Pelaksana PPK Ormawa Udinus, Kholifah Al Hayu Maryam, mengatakan konsep Desa Cerdas dipilih karena dinilai sesuai dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Seluruh program disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan agar memberikan dampak yang berkelanjutan.
Sementara itu, Koordinator Divisi Acara PPK Ormawa Udinus, Syakira Aliyah Nariswari menjelaskan rendahnya literasi masyarakat berpengaruh terhadap berbagai persoalan di desa. Kondisi ini berdampak pada tingginya angka stunting, pengelolaan sampah yang belum optimal, hingga lemahnya digital branding pelaku UMKM.
Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi meningkatnya kasus stunting dan belum berkembangnya potensi usaha masyarakat."Karena pendidikan mereka rendah, literasinya rendah," ujar Syakira.
Melalui Program SIGESIT, tim menjalankan empat fokus literasi, yakni literasi gizi, Tanijaya, UMKM Juwara, dan Hijau Lestari. Setiap bidang dirancang untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Campurejo secara terpadu.
Pada bidang literasi gizi, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting sekaligus melakukan pendampingan kepada masyarakat. Program tersebut juga menyasar kalangan remaja sebagai langkah pencegahan sejak dini.
Selain itu, tim mengembangkan program pengelolaan sampah dan pemberdayaan UMKM melalui pendampingan praktik, pembentukan kader, serta peningkatan legalitas usaha. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Menurutnya, seluruh kegiatan difokuskan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Campurejo agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. "Kami menyusun program yang sesuai dengan permasalahan desa," kata Syakira.
Kholifah berharap Program SIGESIT tetap berlanjut meski masa pengabdian mahasiswa telah berakhir. Melalui pembentukan kader desa, ia optimistis berbagai program yang telah dijalankan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....