Kompetisi Debat SCU, Wali Kota Semarang Soroti Pentingnya Berpikir Kritis di Era AI
- 28 Jul 2026 10:12 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kompetisi Debat Wali Kota yang digelar Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Soegijapranata Catholic University (SCU) menjadi ajang bagi pelajar mengasah kemampuan berpikir kritis di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menilai kemampuan bernalar dan menyusun argumentasi tetap menjadi bekal utama yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Kompetisi yang berlangsung pada 27–29 Juli 2026 tersebut merupakan program kerja tahunan Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum FHK SCU. Kegiatan itu diikuti 36 siswa dari 12 SMA se-Kota Semarang yang beradu gagasan melalui berbagai mosi bertema isu-isu aktual.
Menurut Agustina, kompetisi debat menjadi ruang yang penting bagi generasi muda untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, serta menyampaikan pendapat secara logis. Ia menilai keterampilan intelektual dan penguasaan bahasa semakin relevan di tengah perkembangan teknologi AI yang berlangsung sangat cepat.
"AI bisa dimanfaatkan oleh kita sebagai manusia. Namun, kualitas manusia yang menggunakannya tetap menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilannya, sehingga kemampuan dalam berpikir, memahami konteks, maupun menentukan sikap mestinya tidak dapat digantikan," kata Agustina, Senin, 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan, melalui kompetisi debat para peserta tidak hanya dituntut menyampaikan pendapat, tetapi juga mampu membaca persoalan, memahami sudut pandang yang berbeda, serta menguji kekuatan argumentasi. Menurutnya, proses tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
"Jadi teman-teman jangan berhenti belajar setelah kompetisi. Terus berpikir dan jadilah generasi muda yang siap menyambut modernitas tanpa kehilangan akar dan identitas sebagai bangsa Indonesia," tuturnya.
| Baca juga: Mahasiswa SCU Juarai 2 Kompetisi Padel |
Senada dengan itu, Dekan FHK SCU, Dr. B. Resti Nurhayati, S.H., M.Hum., mengatakan perkembangan teknologi, termasuk AI, tidak mengurangi pentingnya kemampuan manusia untuk berpikir secara jernih dan mendalam. "Kemampuan berpikir jernih dan mendalam tetap dibutuhkan untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan bangsa dan hukum di tengah perubahan yang berlangsung cepat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kompetisi Debat Piala Wali Kota, Robby Nasution, mengatakan panitia sengaja mengangkat berbagai isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat sebagai mosi debat. Di antaranya adalah penggunaan beauty filter, batas usia pejabat publik, hingga perampasan aset koruptor.
"Kami ingin mendekatkan isu-isu terkini untuk diperdebatkan oleh para peserta. Sekaligus, mengajak mereka memahami berbagai persoalan dari berbagai sudut pandang," kata Robby.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....