Buka FORDEK FST, Rektor UIN Walisongo Minta Fakultas Sains Percepat Transformasi
- 17 Jul 2026 16:42 WIB
- Semarang
Poin Utama
- FORDEK FST 2026 dihadiri oleh 186 pimpinan fakultas, program studi, dan kepala laboratorium terpadu Saintek se-Indonesia dengan tema transformasi melalui good university governance, hilirisasi riset, dan integrasi sains-Islam.
- FST di PTKIN memiliki keungulan distingsi yaitu integrasi sains dan Islam yang membedakannya dari fakultas saintek di perguruan tinggi umum, sehingga perlu mempercepat terobosan untuk menjadi fakultas rujukan.
- Pendidikan tinggi sains dan teknologi di PTKIN harus relevan tidak hanya pada tataran filosofis konseptual, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri sambil mempertahankan nilai-nilai keislaman.
RRI.CO.ID, Semarang – Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. meminta Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mempercepat transformasi agar mampu menjadi fakultas rujukan. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FORDEK FST) PTKIN Tahun 2026 di Hotel Novotel Semarang, Kamis malam, 16 Juli 2026.
Pertemuan yang diikuti pimpinan Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN se-Indonesia itu mengusung tema "Transformasi Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN melalui Good University Governance, Hilirisasi Riset, dan Integrasi Sains-Islam." Forum tersebut menjadi ajang menyusun langkah strategis pengembangan pendidikan sains dan teknologi di lingkungan PTKIN.
Dalam sambutannya, Prof. Musahadi menegaskan, FST harus mampu berlari lebih cepat agar dapat menjadi fakultas rujukan. Meskipun, saat ini FST menghadapi persaingan dengan fakultas serupa di perguruan tinggi umum.
"FST perlu mempercepat larinya agar benar-benar menjadi fakultas rujukan, di tengah banyaknya fakultas-fakultas yang beririsan dengan FST di perguruan tinggi umum. Meskipun, FST di UIN itu memiliki keunggulan distingsi, yaitu integrasi sains dan Islam," ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh pimpinan FST memperluas kolaborasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, internasionalisasi harus menjadi orientasi pengembangan fakultas agar mampu menghasilkan pendidikan dan riset yang lebih kompetitif.
Selain itu, rancang bangun keilmuan FST juga perlu terus dikembangkan. Tujuannya untuk menjawab kebutuhan masyarakat, dunia industri, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu, Dekan FST UIN Walisongo Semarang Prof. H. Fatah Syukur, M.Ag. mengatakan FORDEK FST 2026 dihadiri 186 pimpinan fakultas, program studi, dan kepala laboratorium terpadu sains dan teknologi dari PTKIN se-Indonesia. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi perkembangan FST sekaligus merumuskan berbagai terobosan agar pendidikan tinggi sains dan teknologi di lingkungan PTKIN semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
"Kita punya tantangan bersama agar pendidikan tinggi sains dan teknologi di lingkungan PTKIN yang mengusung integrasi ilmu itu semakin relevan, tidak hanya mengawang-ngawang pada tataran filosofis dan konseptual, melainkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri tanpa kehilangan identitas nilai-nilai keislaman sebagai ruhnya. Itulah kenapa tema FORDEK FST 2026 ini juga mengangkat tiga isu utama, yakni Good University Governance, Hilirisasi Riset, dan Integrasi Sains-Islam," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....