Siswa SMKN Jateng Belajar Jadi Pengusaha lewat Ekstrakurikuler Market Juara
- 03 Jul 2026 14:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Melalui program Market Juara, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Jawa Tengah di Semarang diajak untuk belajar membangun usaha secara langsung. Program tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan kewirausahaan siswa melalui praktik nyata mulai dari proses produksi, pemasaran, hingga pengelolaan keuntungan usaha.
Guru Pembimbing Market Juara, Liliek Handoko, mengatakan ekstrakurikuler tersebut menjadi pelengkap mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Melalui kegiatan itu, siswa dapat memahami dunia usaha secara lebih nyata dan aplikatif.
"Ekstrakurikuler ini nyambung dengan mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Di sini mereka bisa mempraktikkan teori dengan aksi nyata," ujarnya, Jumat 2 Juli 2026.
Yang menarik, modal awal usaha tidak berasal dari siswa. Dana tersebut dihimpun melalui gotong royong para guru pembimbing serta dukungan alumni SMK Negeri Jateng yang telah bekerja.
Liliek menjelaskan, seluruh siswa SMK Negeri Jateng berasal dari keluarga kurang mampu sehingga sekolah berupaya menghilangkan hambatan permodalan. Dengan cara itu, siswa tetap dapat belajar berwirausaha tanpa terbebani biaya awal usaha.
"Karena siswa kami berasal dari keluarga tidak mampu, modal awal kami ambil dari patungan guru-guru pembimbing dan CSR dari kakak-kakak alumni yang sudah bekerja untuk membiayai adik-adik mereka," katanya.
Keuntungan yang diperoleh dari usaha siswa kemudian diputar kembali sebagai modal agar program dapat berjalan secara berkelanjutan. Sistem tersebut sekaligus mengajarkan pentingnya pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha.
Saat ini terdapat dua unit usaha yang dikelola melalui ekstrakurikuler Market Juara. Keduanya adalah produk spray antibau helm Helmora dan paket wisata edukatif di Dusun Tayeman, Kopeng, Kabupaten Semarang.
Sejak diluncurkan pada Februari 2026, produk Helmora telah terjual hampir 100 botol. Produk berbahan ekstrak kulit nanas, lemon, dan daun sirih itu juga telah melalui pengujian laboratorium sehingga memiliki manfaat sebagai penyegar sekaligus membantu menghambat pertumbuhan kuman.
Pemasaran Helmora dilakukan melalui platform digital dan penjualan langsung pada berbagai kegiatan masyarakat, termasuk Car Free Day. Produk tersebut dipasarkan dalam kemasan 60 mililiter seharga Rp8.000 dan 100 mililiter seharga Rp15.000.
Selain produk kesehatan, siswa juga mengelola paket wisata berbasis masyarakat di Dusun Tayeman yang berada di lereng Gunung Merbabu. Program tersebut mengajak wisatawan menikmati suasana pedesaan, trekking Gunung Andong, hingga menyaksikan kesenian tradisional Soreng.
Menurut Liliek, paket wisata tersebut telah menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara, termasuk dari Jepang. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mengelola layanan wisata sekaligus berinteraksi dengan pelanggan dari berbagai latar belakang.
Ia berharap Market Juara dapat menjadi model pembelajaran kewirausahaan yang efektif bagi siswa SMK. Melalui pengalaman membangun usaha sejak sekolah, para siswa diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan dan memutus rantai kemiskinan di keluarganya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....