Muhammad Irvan Ardianto, Anak Buruh Bangunan Lulus dengan Predikat Cumlaude

  • 27 Jun 2026 17:16 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang
  • lulus dengan predikat cumlaude (memuaskan)
  • wisuda sarjana

RRI.CO.ID, Kota Magelang - Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang meluluskan sebanyak 300 sarjana baru. Pada wisuda sarjana ke-74 yang berlangsung di Gedung Kuliah Umum HR Soeparsono, Untidar Magelang, Sabtu 27 Juni 2026, 10 orang di antaranya lulus dengan predikat cumlaude (memuaskan).

Dari 10 wisudawan dengan predikat cumlaude tersebut, lulusan terbaik diraih Muhammad Irvan Ardianto. Anak pertama dari Sarwanto seorang buruh bangunan dana Gunarsih, buruh memasak tersebut meraih indeks prestasi komulatif 3,98 dan lulus dalam kurun tiga tahun lebih delapan bulan 17 hari.

Selain itu, Irvan lulus tanpa harus membuat tugas skripsi, melainkan menggunakan publikasi ilmiah. Yakni, jurnal internasional terindeks kopus berjudul “ How Does Computational Thingking Efect Mathematical Complex Problem Solving.”

“Kebetulan mulai tahun ini, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ada program tugas akhir pengganti skripsi. Saya menggunakan publikasi ilmiah dan terbit di jurnal internasional terindeks Scopus,” katanya.

Dalam menulis jurnal tersebut, dirinya memilih judul tersebut dengan subyek siswa SMK jurusan Teknik Informatika di SMK Negei 1 Kota Magelang dan SMK Negeri 2 Temangung. Di sisi lain, Arvian menceritakan, keberhasilannya meraih nilai tertinggi pada wisuda sarjana tersebut tidak lain berkat dukungan dan doa kedua orangtuanya tercinta yang hanya seorang buruh.

Ayahnya Sarwanto, sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan, sementara ibunya Gunarsih hanyalah seorang buruh masak. Di tengah segala keterbatasan, orang tua selalu mendukung dan mengusahakan pendidikan saya.

"Pesan ibu inilah yang selalu saya ingat Sekolah sing dhuwur yo, Lé, dadiya wong sukses. Bapak ibu raisa nyangoni kowé bondho, gur isoné nyangoni ilmu. (Sekolahlah yang tinggi ya nak, jadilah orang sukses. Bapak dan ibu tidak bisa memberi kekayaan, hanya bisa memberi bekal ilmu),” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Untidar Magelang, Sugiyarto mendorong semua mahasiswa Untidar Magelang untuk menulis jurnal ilmiah sebagai salah satu bisa lulus tanpa harus membuat skripsi.

“Program ini sudah dilakukan sejak saya menjabat sebagai rektor di tahun 2023 lalu. Namun, implementasinya kami serahkan ke masing-masing prodi yang ada,” kata Sugiyarto.

Ia menambahkan, dalam menulis jurnal ilmiah tersebut, para mahasiswa tetap harus mendapatkan pendampingan dari dosen. Pendampingan tersebut mulai dari penelitian, penulisan hingga saat diuji oleh dosen internal maupun eksternal. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....