Duduk Bareng Rektor, Undip Perkuat Dialog dengan Mahasiswa
- 27 Jun 2026 05:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan dialog terbuka antara pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa melalui kegiatan Duduk Bareng Rektor (DBR) di Aula Gedung SA-MWA Lantai 1, Kampus Undip Tembalang pada Selasa, 23 Juni 2026. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan usulan mengenai berbagai isu krusial kampus secara transparan untuk memperkuat sinergi membangun kampus yang responsif dan inklusif.
Agenda tahunan yang diinisiasi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip ini dihadiri Rektor dan wakilnya, Ketua Senat Akademik, Dekan dan wakilnya, hingga jajaran pimpinan lembaga dan birokrasi di lingkungan universitas untuk merespons masukan mahasiswa secara langsung. Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyambut hangat kehadiran perwakilan mahasiswa dalam forum yang menjunjung tinggi kesetaraan.
Ia menegaskan pentingnya ruang komunikasi yang setara antara mahasiswa dan pimpinan universitas. Forum seperti ini sangat penting karena semua hadir dengan posisi yang setara.
"Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Kita duduk bersama untuk memikirkan apa yang terbaik bagi mahasiswa dan bagi kampus tercinta ini. Aspirasi yang disampaikan hari ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus memperbaiki layanan dan lingkungan belajar di Undip,” ungkapnya dalam rilis Jumat 26 Juni 2026.
Suharnomo menjelaskan, dalam dua tahun terakhir Undip terus melakukan berbagai pembenahan, baik dari sisi fasilitas fisik maupun layanan akademik. Pembangunan infrastruktur kampus, peningkatan kualitas ruang belajar, penataan fasilitas pendukung, hingga pengembangan sarana kemahasiswaan dilakukan secara bertahap dengan tujuan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyaman dan setara bagi seluruh mahasiswa.
Rektor menegaskan, rektorat menjamin kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat, namun dilaksanakan dengan baik dan tetap menjaga diri. Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran dekanat, departemen, hingga program studi untuk senantiasa responsif dalam menjaga semangat kebebasan berekspresi mahasiswa.
Pada acara ini, kata dia, mahasiswa juga menyampaikan poin-poin yang menjadi aspirasi mahasiswa, dipandu oleh moderator Muhammad Rifqy Halim Arkaan. Dialog yang berlangsung selama hampir tiga jam tersebut membahas beragam persoalan yang dekat dengan kegiatan mahasiswa di kampus.
Berbagai topik penting dibahas secara mendalam, mulai dari fasilitas kampus seperti pembenahan kantong parkir di beberapa fakultas. Selain itu juga peningkatan kapasitas bandwidth internet hingga 300 Mbps, penyediaan ruang publik, penambahan fasilitas ramah disabilitas, penyelarasan kurikulum, hingga kebijakan evaluasi kinerja mengajar dosen.
Perwakilan mahasiswa dari Kampus Paralel di Batang dan Jepara juga menyuarakan pemerataan fasilitas hunian, pemeliharaan gedung kuliah, sarana laboratorium, hingga efisiensi sistem jadwal perkuliahan. Menanggapi eskalasi isu tersebut, jajaran Wakil Rektor langsung memberikan skema solusi taktis. Wakil Rektor II Undip, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt., menjelaskan proyek kantong parkir baru di FPIK dan Pleburan tengah berjalan.
Hal itu termasuk penyediaan ruang parkir tambahan untuk 700-1000 motor pada Agustus mendatang. Kemudian, ada optimalisasi penggunaan gedung Twin Tower 21 lantai untuk menunjang kebutuhan akademik mahasiswa.
Sementara itu, Wakil Rektor III, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T., menjamin pembaruan teknologi Wi-Fi di empat fakultas terdampak akan selesai pada akhir Juli sebelum semester baru dimulai. Di bidang akademik, Wakil Rektor I, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menegaskan langkah monitoring ketat terhadap performa dosen serta kesiapan kurikulum agar tidak menghambat masa studi mahasiswa.
Ketua BEM Undip 2026, Nur Maajid Taufiqurrahman, menyebutkan kehadiran perwakilan mahasiswa dalam forum ini bukan sekadar untuk menyampaikan keluhan, melainkan untuk membawa solusi nyata. Pihaknya berharap rancangan solusi yang tepat sasaran dapat segera dieksekusi oleh birokrasi kampus, mulai dari pembenahan sarana prasarana, kebijakan akademik, hingga penanganan isu kekerasan di lingkungan universitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....