Dosen Teknik Sipil USM Bantu Rancang Intake Air Bersih di Desa Kalikayen
- 25 Jun 2026 17:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dosen Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) memberikan pendampingan perencanaan desain intake air bersih bagi Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Pendampingan ini ditujukan untuk membantu desa menyiapkan konsep awal pembangunan sarana air bersih yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diikuti 20 peserta yang terdiri atas perangkat desa, pengelola sarana air bersih, dan perwakilan masyarakat. Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Sri Wanto, S.T., M.T., mengatakan pendampingan tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi teknis yang dapat dimanfaatkan pemerintah desa dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan.
Menurut Sri Wanto, hasil pendampingan diharapkan menjadi langkah awal bagi Desa Kalikayen untuk mewujudkan sistem penyediaan air bersih yang lebih baik. USM, kata dia, siap terus mendampingi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat.
“Kami berharap, hasil pendampingan ini dapat menjadi langkah awal bagi Desa Kalikayen dalam mewujudkan sistem penyediaan air bersih yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan. Universitas Semarang siap terus mendampingi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat,” ujarnya dalam pesan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.
Ia menegaskan, melalui kegiatan tersebut Universitas Semarang ingin menunjukkan peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. “Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur dasar yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam penyediaan layanan air bersih yang berkelanjutan,” katanya.
Kepala Desa Kalikayen, Sugiyono, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan tim dosen USM. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu pemerintah desa dalam memahami aspek teknis pembangunan intake air bersih yang nantinya dapat dijadikan dasar penyusunan program pembangunan.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar sistem penyediaan air bersih, penentuan lokasi intake yang aman, penyusunan gambar teknik, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Materi tersebut menjadi bekal awal bagi desa dalam menyiapkan perencanaan yang lebih matang.
Selain penyampaian materi di dalam ruangan, peserta juga diajak melakukan observasi langsung ke lokasi sumber air. Langkah itu dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting sekaligus menentukan alternatif lokasi intake yang lebih aman dari risiko banjir maupun gerusan sungai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....