Tingkatkan Kompetensi Guru, Unnes Gelar Pelatihan Aplikasi STEM Berbasis PBL-PjBL

  • 23 Jun 2026 17:19 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyelenggarakan Pelatihan Aplikasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) pada Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL) untuk para guru di SMP Bumi Cendekia, Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis STEM melalui metode PBL dan PjBL.

Acara ini diisi oleh M Faris Al Hakim MCs sebagai pembicara utama serta Ahmad Sehabuddin MPd, Ruly Indra Darmawan MHum, dan Sri Sumaryani MA. Selain itu juga beberapa dosen sebagai pendamping penyusunan perangkat pembelajaran berbasis PBL dan PjBL bagi para guru.

Ahmad Sehabudin menuturkan, pembelajaran berbasis STEM menjadi semakin populer karena dianggap mampu menjawab kebutuhan abad-21. Di mana, peserta didik dituntut untuk memiliki keterampilan teknologi untuk merespon perubahan dunia yang cepat.

"Integrasi STEM dan kedua metode tersebut dalam pembelajaran penting untuk melatih siswa. Ini agar mereka mampu menghubungkan konsep akademik dengan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Di sisi lain, Faris Al Hakim mengungkapkan, kunci implementasi STEM yang efektif dalam pembelajaran adalah kemampuan pengajar untuk memiliki kompetensi interdisipliner. Kompetensi tersebut memungkinkan untuk memberi siswa permasalahan yang kontekstual serta memandu mereka menyelesaikan permasalahan tersebut melalui analisis maupun proyek.

"Kolaborasi antar pengajar menjadi salah satu strategi. Sebanyak 15 guru yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut mempelajari konsep dan strategi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah untuk para siswa," katanya.

Menurut dia, para guru diajak untuk merumuskan model dan strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Acara ini terdiri atas dua sesi.

Sementara itu, Ruly Indra mengatakan, sesi pertama kegiatan ini berlangsung selama 90 menit dan berisi pemaparan dari narasumber utama dan sesi tanya jawab. Sedangkan pada sesi kedua, para guru dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan bidang keilmuan, yaitu IPA, IPS, dan bahasa & seni.

"Masing-masing kelompok mendapatkan pendampingan intensif selama 120 menit dari para dosen pendamping. Pendampingan diberikan dalam proses penyusunan perangkat pembelajaran berbasis PBL dan PjBL dalam bentuk RPP dan bahan ajar," tuturnya.

Sri Sumaryani menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Unnes mendukung tercapainya Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembanguan Berkelanjutan. Terutama dalam menciptakan pendidikan berkualitas dan mendukung perkembangan industri, inovasi, dan infrastruktur dengan mempersiapkan generasi tidak gagap teknologi serta mampu menggunakannya untuk menciptakan inovasi.

Acara dibuka oleh Kepala SMP Bumi Cendekia, Wisnu Pratomo SPd. Wisnu mengungkapkan, guru perlu kreatif dalam memandu siswa menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan nyata. Sehingga walaupun fokus pelatihan adalah STEM, para guru yang mengampu mata pelajaran non-STEM juga memperoleh pengetahuan mengenai konsep dan praktik penerapan PBL dan PjBL dalam pembelajaran.

Peserta pelatihan, Acep Yonny SS menyampaikan, materi PBL dan PjBL membantu guru untuk meningkatkan literasi siswa. "Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan bisa mempu pembelajaran lebih baik, sehingga wawasan siswa menjadi holistik," kata peserta sekaligus pengampu subjek bahasa Indonesia tersebut.

.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....