Ormawa BEM Unnes dan Kelompok Petani Tiram Desa Kartika Jaya Rintis Budidaya Tiram
- 18 Jun 2026 01:57 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal – Sejumlah anggota Kelompok Petani Tiram di Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal tampak berbaur dengan mahasiswa di tepi pantai, menyiapkan rangkaian bambu, tali, serta media budidaya yang akan dipasang di perairan. Aktivitas tersebut menjadi langkah awal pengembangan budidaya tiram sebagai upaya mengoptimalkan potensi pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Kegiatan yang berlangsung hari Selasa, 16 Juni 2026 tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Organisasi Mahasiswa Berdampak Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) 2026. Kegiatan pengabdian BEM KM ini dilaksanakan di bawah pendampingan Tim Pengabdian LPPM Unnes.
Mahasiswa Unnes, Reyhansha Agna Fasha selaku anggota tim pengabdian mengatakan, program ini berupaya mendorong masyarakat pesisir untuk memanfaatkan sumber daya lokal. Khususnya melalui budidaya tiram yang dinilai memiliki prospek ekonomi dan peluang pengembangan yang menjanjikan.
"Sebelum praktik lapangan dilakukan, Kelompok Petani Tiram terlebih dahulu mengikuti sosialisasi dan pengenalan budidaya tiram," ungkap Reyhansha yang juga Duta Genre Kabupaten Kudus. Dalam sesi tersebut, Kelompok Petani Tiram mendapatkan pemahaman mengenai potensi komoditas tiram, kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhannya, hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan dari hasil budidaya.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang muncul selama diskusi berlangsung, terutama mengenai teknik budidaya dan prospek pemasaran hasil panen.
Ketua Kelompok Petani Tiram Desa Kartika Jaya, Saifudin menuturkan, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi masyarakat desa mengenai pemanfaatan potensi pesisir secara lebih produktif.
“Melalui program ini saya mendapatkan ilmu dan wawasan baru mengenai budidaya tiram, mulai dari teknik budidaya, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran. Pengetahuan ini sangat bermanfaat dan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya tiram ke depannya,” ujar Saifudin.
Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis mengenai tahapan budidaya tiram. Kelompok Petani Tiram diperkenalkan pada proses pembuatan media budidaya, pemilihan lokasi yang sesuai, hingga teknik pemasangan media di perairan. Berbeda dengan pelatihan pada umumnya, materi yang diberikan langsung diikuti dengan praktik lapangan sehingga peserta dapat memahami proses budidaya secara lebih nyata.
Suasana semakin hidup ketika Kelompok Petani Tiram bersama Tim Pengabdian LPPM Ormawa BEM KM Unnes 2026 Turun langsung ke kawasan pesisir untuk merakit dan memasang media budidaya tiram. Dengan semangat gotong royong, mereka bekerja sama menyiapkan sarana budidaya yang nantinya akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya tiram.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga memperkuat kolaborasi. Ketua Tim Pengabdian LPPM Ormawa BEM KM UNNES 2026, Yozi Aulia Rahman SE MSc menjelaskan, pengembangan budidaya tiram dipilih karena memiliki kesesuaian dengan karakteristik wilayah pesisir Desa Kartika Jaya serta berpotensi menjadi alternatif usaha yang dapat dikembangkan masyarakat.
“Potensi pesisir yang dimiliki desa perlu dikelola secara optimal agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui pendampingan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai budidaya tiram, tetapi juga memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk mengembangkannya secara mandiri,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara Kelompok Petani Tiram dan Tim Pengabdian LPPM Ormawa BEM KM Unnes, pihaknya berharap, budidaya tiram di Desa Kartika Jaya bisa menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Dari kawasan pesisir yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat, kini tumbuh optimisme baru bahwa sumber daya laut tidak hanya dapat dimanfaatkan melalui hasil tangkapan, tetapi juga melalui usaha budidaya yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....