Kelompok Petani Desa Pidodo Kulon dan Tim Unnes Kembangkan Budidaya Kerang Hijau

  • 17 Jun 2026 17:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal – Kelompok Petani Kerang Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal bersama Tim Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggagas pengembangan budidaya kerang hijau. Pengembangan ini sebagai salah satu alternatif usaha produktif yang dapat dikembangkan oleh Kelompok Petani Kerang.

Tim pengabdi menilai hamparan perairan yang membentang di pesisir Desa Pidodo Kulon menyimpan potensi besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pengembangan usaha melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Organisasi Mahasiswa Berdampak Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unnes 2026, dipimpin Satsya Yoga Baswara MSc Ak CA.

"Di tengah aktivitas masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor perikanan tangkap, kami melihat peluang pengembangan budidaya laut masih terbuka lebar. Melalui budidaya kerang hijau, kami berharap kedepannya bisa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," kata Wakil Menteri Kementerian Pengembangan Desa Mitra, BEM KM Unnes, Indriyani di Desa Pidodo Kulon, baru-baru ini.

Mahasiswi Unnes ini mengatakan, program ini lahir dari hasil diskusi dan identifikasi kebutuhan masyarakat yang menunjukkan bahwa wilayah pesisir Desa Pidodo Kulon memiliki kondisi perairan yang mendukung pertumbuhan kerang hijau (Perna viridis). Selain memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, komoditas ini juga dikenal mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan biaya operasional yang besar, sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat pesisir.

Ia mengatakan, berbeda dengan usaha perikanan tangkap yang hasilnya sangat bergantung pada kondisi cuaca dan musim, budidaya kerang hijau menawarkan peluang usaha yang lebih terukur dan berkelanjutan. "Program pemberdayaan ini tidak hanya berfokus pada pengenalan komoditas, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan usaha berbasis potensi lokal," ungkapnya.

Indriyani mengatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai potensi ekonomi budidaya kerang hijau yang diikuti oleh anggota Kelompok Petani Kerang sebagai masyarakat pesisir Desa Pidodo Kulon. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami berbagai peluang yang dapat dikembangkan dari sektor budidaya laut serta pentingnya diversifikasi usaha untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan.

Menurut dia, Kelompok Petani Kerang diberikan pendampingan mengenai teknik budidaya kerang hijau mulai dari pemilihan lokasi budidaya yang sesuai, pemeliharaan, hingga strategi panen. Pendampingan dilakukan secara partisipatif sehingga kelompok petani kerang dapat terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan dan memperoleh pengalaman praktis yang dapat diterapkan secara mandiri.

"Tidak hanya berfokus pada aspek produksi, kami juga memberikan penguatan kapasitas dalam pengelolaan usaha. Peserta memperoleh pembekalan mengenai pencatatan keuangan sederhana, perencanaan usaha, serta strategi pemasaran hasil budidaya agar usaha yang dirintis memiliki prospek keberlanjutan yang lebih baik," ungkapnya.

Sebagai bentuk implementasi program, kata dia, mahasiswa dan Kelompok Petani Kerang bersama-sama melakukan pemasangan keramba budidaya di kawasan perairan Desa Pidodo Kulon. Kegiatan yang dilakukan secara gotong royong tersebut menjadi simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya pesisir yang dimiliki desa.

Ketua Kelompok Petani Kerang Desa Pidodo Kulon, Dimas Pranoto menyampaikan, program ini memberikan wawasan baru bagi Kelompok Petani Kerang untuk melihat laut tidak hanya sebagai sumber hasil tangkapan, tetapi juga sebagai ruang produktif yang dapat dikembangkan melalui kegiatan budidaya. “Kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi saya sebagai ketua Kelompok Petani Kerang," ujarnya.

Setelah adanya program pendampingan budidaya kerang hijau ini, pihaknya mengaku memperoleh wawasan baru mengenai potensi usaha yang dapat dikembangkan di wilayah pesisir. Pelatihan ini membuatnya lebih memahami teknik budidaya kerang hijau.

"Kami juga mendapatkan pengetahuan tentang manajemen keuangan usaha dan strategi pemasaran hasil budidaya, sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pengembangan usaha yang berkelanjutan. Program ini membuka ide dan peluang baru bagi Kelompok Petani Kerang untuk meningkatkan perekonomian melalui budidaya kerang hijau," ungkap Dimas Pranoto.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....