Gelar Pelatihan dan Simulasi Bencana, Unnes Bekali Siswa SD Hadapi Situasi Darurat

  • 18 Jun 2026 10:21 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kesiapsiagaan bencana merupakan aspek penting dalam menciptakan ketahanan sekolah dan lingkungan sekolah yang selamat, aman dan siap dalam menghadapi bencana. Di SD Ummol Quro' Semarang pada Rabu 17 Juni 2026, tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaksanakan pelatihan dan simulasi bencana.

Tim pengabdi Unnes dikoordinatori Dr Evi Widowati MKes, dengan anggotanya dr Anik Setyo Wahyuningsih MKes, Andi Wijayanto SE MM, dan dr Palgunadi Sp PK. Turut dilibatkan mahasiswa Unnes Desy Yasnia Hapsari, Fransiska Dwiyandari, Laura Margareth Br. Hutabarat, Alifia Fairuzahra, Muhammad Ainur Rofiq, Muhammad Raihan Aly Assidiq, dan Muhammad Rafli Haidar.

Kegiatan ini diikuti oleh 64 siswa kelas 5A, 5B, dan 5C yang didampingi oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tiga orang wali kelas, tiga orang guru mata pelajaran, dan dua guru P3K. "Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesiapsiagaan dan kapasitas warga sekolah dalam menghadapi ancaman situasi darurat maupun bencana," kata Evi kepada rri.co.id, Rabu, 17 Juni 2026.

Menurut dia, rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa terkait kesiapsiagaan bencana, rata-rata nilai pre-test yang dimiliki siswa yaitu sebesar 54,90. Selanjutnya, ia memberikan materi tentang Safety Induction kepada peserta, dan dilanjutkan pemateri lainnya, Anik Setyo terkait Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

Ia mengatakan, setelah mengikuti pelatihan terkait mitigasi dan evakuasi bencana, peserta kembali diminta mengerjakan post-test, dan didapat hasil bahwa nilai rata-rata post-test sebesar 66,67. Dari hasil tersebut, telah terjadi peningkatan nilai dari pre-test ke post-test sebesar 22%, yang berarti menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap kesiapsiagaan dan penanganan keadaan darurat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi evakuasi bencana yang diawali bunyi sirene sebagai tanda keadaan darurat. Peserta pertama berhasil mencapai titik kumpul dalam waktu 53,10 detik, sedangkan seluruh peserta telah berkumpul lengkap dalam waktu 1 menit 51,75 detik.

Setelah seluruh siswa tiba di titik kumpul, ketua kelas melakukan pengecekan kehadiran dan melaporkan hasilnya kepada wali kelas, yang kemudian diteruskan dari wali kelas kepada kepala sekolah sebagai bagian dari prosedur evakuasi. "Hasil evaluasi, simulasi evakuasi berlangsung lancar tanpa hambatan, seluruh peserta mampu mencapai titik kumpul dalam waktu keseluruhan kurang dari 2 menit, yang menunjukkan respons cepat dan kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi situasi darurat," ungkapnya.

Evi menambahkan, kegiatan juga dilengkapi dengan penyusunan buku saku mitigasi bencana dan penyusunan prosedur mitigasi bencana di sekolah, hal ini menunjukkan Unnes berdampak positif bagi lingkungannya. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berkontribusi dalam mendukung pencapaian Asta Cita 4 dan SDGs atau Sustainable Development Goals, khususnya tujuan tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities) pada indikator pengurangan risiko bencana.

Sementara itu, Andhi Wijayanto menyampaikan, kegiatan ini berpotensi untuk terus dikembangkan melalui penambahan skenario yang lebih kompleks. Seperti simulasi dengan penanganan korban terluka dan praktik pemadaman api secara langsung sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman yang lebih nyata dalam menghadapi kondisi darurat.

Menurut dia, kegiatan berlangsung dengan antusias dan mendapat respons positif dari seluruh peserta. Para siswa aktif mengikuti materi dan simulasi, sementara para guru turut berperan dalam mendampingi, memimpin evakuasi per kelas serta memastikan jalannya kegiatan berjalan dengan tertib.

Kepala SD Ummol Quro' Semarang Adelia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan karena dinilai mampu menanamkan prinsip-prinsip dasar keselamatan di sekolah. Hal itu melalui praktek evakuasi darurat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat sejak usia dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....