Mitra Binaan Undip Sukses Ekspor Ikan Teri Nasi ke Jepang dan Singapura

  • 18 Jun 2026 06:19 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Diponegoro (Undip) berhasil mengantarkan produk ikan teri nasi asal Jepara menembus pasar internasional melalui program pendampingan pelaku usaha perikanan lokal. Produk tersebut kini rutin diekspor ke Jepang dan Singapura setelah terjalin kerja sama dengan perusahaan Jepang, Marutetsu Co., Ltd. dan Nichiyo Trading Co., Ltd.

Program pendampingan tersebut dikembangkan di kawasan Marine Science Techno Park (MSTP) Undip Jepara. Hingga Juni 2026, mitra binaan Undip tercatat telah melakukan sembilan kali ekspor produk ikan teri nasi ke kedua negara tersebut.

Rektor Undip, Suharnomo, mengatakan kerja sama internasional yang dibangun tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai ekspor. Menurutnya, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas industri lokal agar mampu bersaing secara mandiri di pasar global.

“Tujuan kami bukan sekadar mengirim produk ke luar negeri, tetapi membangun ekosistem ekonomi biru yang berkelanjutan yang berdampak positif secara sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan teknologi, peningkatan kualitas produk, serta akses pasar internasional, pelaku usaha lokal dapat meningkatkan daya saingnya,” ujarnya melalui keterangan pers, Rabu, 17 Juni 2026.

Capaian tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas industri perikanan lokal yang sebelumnya lebih banyak berorientasi pada pasar domestik. Keberhasilan ekspor juga membuka peluang lebih luas bagi produk hasil laut Indonesia untuk bersaing di pasar global.

Saat ini, produk yang dipasarkan masih berupa ikan teri nasi. Namun, Undip terus mendorong diversifikasi produk perikanan guna memperluas akses pasar internasional melalui promosi dan penjajakan pasar di berbagai negara.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, produk hasil perikanan binaan Undip dijadwalkan mengikuti pameran di Jepang pada Agustus 2026 melalui fasilitasi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Sebelumnya, tim Undip juga berpartisipasi dalam kegiatan promosi dagang di Taiwan pada 24–29 Juni 2026 untuk membuka peluang pasar baru.

Untuk mendukung industri perikanan berorientasi ekspor, Undip menyediakan berbagai fasilitas produksi di kawasan MSTP Jepara. Fasilitas tersebut meliputi cold storage, ruang pengolahan, dan ruang pendingin untuk menjaga kualitas produk sesuai standar pasar internasional, terutama Jepang yang memiliki persyaratan mutu ketat.

Kepala Badan Pengelola Kampus Undip Jepara, I Nyoman Widiasa, mengatakan keberhasilan ekspor tersebut menunjukkan transformasi Kampus Undip Jepara. Selain sebagai pusat pendidikan, kawasan tersebut kini berkembang menjadi pusat sains, teknologi, dan inkubasi bisnis bidang perikanan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Program ini juga diperkuat melalui kolaborasi riset internasional dengan Kanazawa University yang berfokus pada pengembangan teknologi dan inovasi produk perikanan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil laut sekaligus memperluas ragam produk yang berpotensi diekspor.

Selain meningkatkan ekspor, program tersebut turut memberikan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir Pantura Jawa. Ratusan warga, terutama perempuan, terlibat dalam proses sortasi, pengolahan, pengeringan, hingga pengemasan produk sehingga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....