Expo KKN Tematik Mahasiswa USM Tampilkan 90 Produk Inovasi
- 13 Jun 2026 14:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Expo KKN Tematik menjadi ajang mahasiswa Universitas Semarang (USM) memamerkan hasil program kerja pada 11 Juni 2026. Kegiatan diikuti 180 mahasiswa KKN Tematik semester genap 2025/2026 menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Ke-39 USM menampilkan lebih dari 90 produk inovasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan mitigasi bencana.
Kegiatan bertema “Integrasi Peningkatan Perekonomian Masyarakat dan Mitigasi Bencana Berbasis Pemberdayaan Masyarakat” menampilkan berbagai inovasi mahasiswa yang telah diterapkan di empat kelurahan dan dua kecamatan di Kota Semarang. Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si mengatakan, Expo KKN Tematik menjadi wadah untuk menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat melalui berbagai inovasi yang telah dihasilkan selama pelaksanaan KKN.
“Inovasi yang dihasilkan dari peserta KKN lebih dari 90 karya inovasi. Semoga ini tidak berhenti di expo hari ini saja, tetapi bisa berintegrasi melalui ekonomi yang berkelanjutan dan lingkungan yang bernilai ekonomi,'' ujarnya.
Ia berharap, hasil-hasil inovasi mahasiswa tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain itu juga dapat menjadi jembatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.
''Saya berharap, expo ini bisa menjembatani antara USM, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kegiatan seperti ini harus ada keberlanjutannya,'' imbuhnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM, Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T mengatakan, KKN Tematik USM tidak hanya berorientasi pada kegiatan pengabdian yang bersifat seremonial. Akan tetapi diarahkan untuk membangun ketahanan masyarakat secara berkelanjutan yang selaras dengan program Pemerintah Kota Semarang.
Melalui program tersebut, lanjut dia, mahasiswa didorong untuk berperan sebagai agen pemberdayaan masyarakat. Mereka membantu pengembangan UMKM, digitalisasi pemasaran, penguatan ekonomi kreatif, serta memberikan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
''Tujuannya menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan sosial maupun kebencanaan,'' ujarnya.
Pihaknya juga memastikan program-program yang dijalankan mahasiswa berbasis pada kebutuhan riil masyarakat dan dapat memberikan dampak berkelanjutan. Hasilnya, sejumlah luaran berhasil dicapai, antara lain sembilan sertifikat halal, delapan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi UMKM, tiga hak cipta, serta tujuh artikel ilmiah.
''Selain penguatan ekonomi masyarakat, mahasiswa juga menghasilkan berbagai inovasi di bidang mitigasi bencana, salah satunya alat deteksi longsor yang dikembangkan mahasiswa Teknik Sipil USM. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dinilai mampu meningkatkan partisipasi warga dalam pengembangan potensi lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana,'' ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....