Untidar Jadi Tuan Rumah Kompetisi Kewirausahaan Nasional, 24 Kampus Adu Inovasi

  • 11 Jun 2026 16:06 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Ekspo dan Kompetisi Kewirausahaan Nasional ( EKKN) 2026
  • Universitas Negeri Tidar ( Untidar ) Magelang

RRI.CO.ID, Kota Magelang - Universitas Tidar (Untidar) Magelang menjadi tuan rumah Kompetisi Kewirausahaan Nasional 2026 yang diikuti 24 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang itu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan inovasi bisnis sekaligus memperkuat semangat kewirausahaan.

Sebanyak 170 stan kewirausahaan memeriahkan kegiatan yang digelar di Kampus II Untidar, Sidotopo, Kota Magelang pada 10-11 Juni 2026 itu. Ada berbagai produk dan ide bisnis karya mahasiswa yang dipamerkan.

Rektor Untidar, Sugiyarto, mengatakan tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa minat mahasiswa terhadap dunia kewirausahaan terus berkembang. Menurut Sugiyarto, kompetisi tersebut telah menjadi salah satu identitas Untidar sebagai kampus yang mendorong lahirnya wirausaha muda.

Selain menjadi ruang untuk menampilkan ide bisnis, kegiatan itu juga membuka peluang kemitraan antara mahasiswa dengan berbagai pihak. Ia menambahkan, kehadiran peserta dari berbagai daerah turut memberikan dampak positif bagi Kota Magelang, baik dari sisi promosi daerah maupun pergerakan ekonomi lokal.

"Kegiatan ini tentunya akan berdampak positif terhadap pergerakan ekonomi lokal. Juga untuk memotivasi mahasiswa agar memiliki kompetensi kewirausahaan di masa depannya," ujarnya, Rabu, 10 Juni 2026.

Melalui kompetisi ini, Untidar berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan. Hal itu menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan di masa depan.

Salah satu peserta, Ni Luh Ayu Gladis dari Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, memamerkan produk hasil inovasi berupa lilin aromaterapi. Produk tersebut dibuat dari limbah lilin bekas upacara adat Bali.

Bersama rekannya, Ni Kadek Wiwik Sumiarti, Gladis memanfaatkan limbah lilin upakara yang dikumpulkan dari masyarakat sekitar dengan jumlah mencapai 100 kilogram setiap bulan."Kami memamerkan usaha kami berupa pemanfaatan limbah lilin bekas upakara menjadi bahan yang berharga dan bermanfaat, yakni lilin aromaterapi," katanya.

Selain lilin aromaterapi, mereka juga memperkenalkan produk bio briket dan bio pellet yang berasal dari limbah organik sisa upacara adat. Produk bio pellet tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penghangat ruangan dengan emisi asap yang minim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....