Mahasiswa Undip Gandeng UMKM Lokal Tingkatkan Higienitas Kantin Kampus

  • 09 Jun 2026 20:18 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Enam mahasiswa Program Studi D4 Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Berbagi Apron: SafeServe” sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan higienitas di lingkungan kantin kampus. Program yang dilaksanakan di Kantin Sekolah Vokasi Undip Pleburan tersebut,menggandeng UMKM lokal Joyo Jahit untuk mendukung kenyamanan dan kebersihan para pedagang kantin.

Kegiatan ini berangkat dari temuan mahasiswa bahwa masih terdapat pedagang yang belum menggunakan apron saat melayani maupun menyajikan makanan. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian guna menjaga standar kebersihan pangan di lingkungan kampus.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa bersama Joyo Jahit membagikan 10 apron berbahan drill cotton tebal kepada para pedagang kantin. Selain berfungsi menjaga kebersihan saat memasak dan menyajikan makanan, apron tersebut juga dilengkapi kantong multifungsi yang dapat digunakan untuk menyimpan uang maupun perlengkapan kecil saat berjualan.

Salah satu mahasiswa penyelenggara, Bhe Arlene, mengatakan program “Berbagi Apron: SafeServe” diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya higienitas sekaligus mendukung kenyamanan pedagang dalam menjalankan aktivitas usaha sehari-hari. “Kami melihat masih ada pedagang yang belum menggunakan apron saat berjualan. Karena itu, kami ingin menghadirkan program sederhana tetapi bermanfaat agar kebersihan saat penyajian makanan dapat lebih terjaga,” ujarnya dalam rilis Selasa 9 Juni 2026.

Menurut dia, program tersebut turut melibatkan Joyo Jahit, UMKM jasa jahit rumahan milik Budi Lestari yang telah beroperasi sejak 2010 di kawasan Jatingaleh, Semarang. Usaha tersebut memproduksi berbagai kebutuhan tekstil, mulai dari pakaian, seragam sekolah, hingga seragam kantor.

Pemilik Joyo Jahit, Budi Lestari, menyambut baik kolaborasi dengan mahasiswa Undip. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu memperkenalkan UMKM lokal kepada masyarakat kampus, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. “Kami sangat mengapresiasi adanya kolaborasi ini karena tidak hanya membantu perkembangan UMKM lokal, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga memberikan edukasi singkat kepada para pedagang mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan higienitas dalam proses pengolahan serta penyajian makanan. Antusiasme terlihat dari para pedagang yang langsung mencoba apron yang dibagikan. Salah seorang pedagang kantin, Tyas, mengaku senang menerima bantuan tersebut karena dinilai nyaman dan praktis digunakan saat berjualan.

“Apronnya bagus dan nyaman dipakai. Ada kantongnya juga jadi lebih praktis untuk menyimpan uang saat jualan,” ujarnya. Melalui program “Berbagi Apron: SafeServe”, mahasiswa Undip berharap sinergi antara dunia pendidikan dan UMKM lokal dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kantin kampus yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....