Rektor Unimus Ingatkan Pentingnya Pancasila di Era Digital

  • 31 Mei 2026 10:59 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof Dr Masrukhi M.Pd mengajak generasi muda untuk terus menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila merupakan anugerah besar bagi bangsa Indonesia yang mampu menjadi perekat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

Hal tersebut disampaikan Masrukhi menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni. Ia menilai momentum tersebut menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan kembali pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Indonesia dari 195 negara di dunia memiliki ideologi sendiri, yaitu Pancasila. Ini merupakan anugerah yang diwariskan para pendiri bangsa. Pancasila mampu merekatkan berbagai suku dan agama yang ada di Indonesia sehingga tetap bersatu dalam satu naungan," ujar Masrukhi Minggu 31 Mei 2026.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus terus ditanamkan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa, agar tetap relevan menghadapi berbagai tantangan zaman. Di lingkungan UNIMUS, upaya penguatan nilai-nilai Pancasila dilakukan melalui berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

Selain menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, kampus juga menyelenggarakan lomba mengarang mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa. Tak hanya itu, pembinaan ideologi juga dilakukan melalui dialog, diskusi, dan seminar yang membahas penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat modern.

Masrukhi menilai penguatan pemahaman Pancasila semakin penting di era digital saat ini. Perkembangan teknologi informasi telah membuka ruang interaksi global yang memungkinkan masuknya berbagai pemikiran dan ideologi dari luar negeri.

"Kehidupan digital identik dengan kehidupan global. Di dalamnya terdapat berbagai ideologi yang saling berekspansi. Jika nilai-nilai Pancasila tidak ditanamkan secara kuat kepada generasi muda, maka ada kekhawatiran mereka akan terpengaruh oleh ideologi lain yang masuk melalui ruang digital," katanya.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya tiga tahapan dalam memahami Pancasila, yakni pengetahuan, penghayatan, dan pengamalan. Pertama mengetahui secara benar apa itu Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

"Kedua menghayati nilai tersebut dengan sungguh-sungguh. Ketiga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tiga hal ini menjadi kunci agar Pancasila tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi benar-benar menjadi pedoman hidup," ujarnya.

Masrukhi berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....