UIN Gus Dur Pekalongan Buka Seleksi Beasiswa Maroko 2026, Kuota 50 Lulusan SMA

  • 26 Mei 2026 16:14 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • UIN Gus Dur Pekalongan Buka Seleksi Beasiswa Maroko 2026, 50 Lulusan SMA Berpeluang Kuliah Gratis di Timur Tengah
  • Beasiswa Kuliah Gratis di Maroko

RRI.CO.ID, Pekalongan - UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali membuka peluang bagi generasi muda yang ingin menempuh pendidikan internasional melalui Program Beasiswa Kerajaan Maroko Tahun 2026. Program hasil kerja sama Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Pemerintah Kerajaan Maroko itu menyediakan kuota bagi 50 lulusan SMA sederajat tahun 2025/2026 untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di Maroko.

Seleksi nasional program tersebut dilaksanakan oleh Konsorsium Pusat Bahasa PTKI, termasuk melalui Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Gus Dur Pekalongan yang ditunjuk sebagai salah satu lokasi resmi penyelenggara seleksi. Program beasiswa ini menjadi peluang besar bagi pelajar Indonesia yang ingin memperdalam studi keislaman, bahasa Arab, hingga pengalaman akademik internasional di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UIN Gus Dur Pekalongan, Dr. Muhandis Azzuhri, Selasa 26 Mei 2026 mengatakan, program tersebut bukan sekadar seleksi beasiswa biasa. Namun, bisa menjadi gerbang menuju pengalaman global bagi mahasiswa Indonesia.

“Kesempatan studi ke Maroko ini adalah ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan internasional, memperkuat kompetensi bahasa Arab, dan membangun jejaring akademik global. Kami berharap peserta dari Indonesia, khususnya UIN Gusdur dapat memanfaatkan peluang ini dengan maksimal dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujarnya.

Ditambahkan, Pendaftaran program dibuka mulai 26 Mei hingga 5 Juni 2026 melalui laman resmi berikut: https://maroko.kpbptki.or.id/. Melalui program ini, peserta yang lolos seleksi berkesempatan menempuh pendidikan tinggi di sejumlah universitas ternama di Maroko dengan dukungan beasiswa dari Pemerintah Kerajaan Maroko.

Selain memperkuat kapasitas akademik, program tersebut juga dinilai menjadi langkah strategis mempererat hubungan pendidikan dan budaya antara Indonesia dengan Maroko. Sekaligus mencetak generasi muda yang memiliki daya saing global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....