Salat Duha Berpotensi Tingkatkan Self-Compassion Penyandang Tunadaksa

  • 04 Jul 2026 13:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kerentanan psikologis akibat keterbatasan fisik dan stigma sosial masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak penyandang tunadaksa. Pelaksanaan salat Duha secara rutin dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan spiritual yang efektif untuk memperkuat self-compassion atau sikap welas asih terhadap diri sendiri.

Temuan tersebut menjadi fokus disertasi yang dipertahankan Direktur Utama Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua, dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Islam Pascasarjana UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto pada Kamis 2 Juli 2026. Melalui sidang tersebut, Agus resmi menyandang gelar doktor ke-91 yang diluluskan Program Studi Islam Pascasarjana UIN Saizu.

Disertasi berjudul “Pelaksanaan Salat Duha dalam Penguatan Self-Compassion pada Penyandang Tunadaksa (Studi Kasus di Komunitas The Plegia Banjarnegara)” itu mengkaji bagaimana nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam salat Duha dapat diinternalisasikan untuk membantu penyandang tunadaksa menerima dirinya, mengelola emosi, serta membangun kehidupan yang lebih bermakna.

Sidang promosi dipimpin Rektor UIN Saizu Purwokerto sekaligus penguji Prof. Dr. H. Ridwan MAg dan Dr. Novan Ardy Wiyani, M.Pd.I. sebagai Sekretaris Sidang. Agus Ujianto menyelesaikan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. H. Giyoto, M.Hum selaku Promotor dan Dr. H. A. Luthfi Hamidi, M.Ag sebagai Co-Promotor. Adapun tim penguji lainnya terdiri atas Prof Dr Moh Roqib MAg, Prof. Dr. H. Suwito, M.Ag, Prof. Dr. H. Sunhaji, M.Ag dan Dr Atabik MAg.

Hadir dalam kesempatan itu Gubernur Jateng periode 2007-2008 Drs H Ali Mufiz MPA, Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H, Rektor Unissula Semarang Prof Dr Gunarto SH MH. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Banyumas KH Mughni Labib, Ketua PCNU KH Imam Hidayat, Novelis Ahmad Thohari, Pengasuh Pondok Pesantren AlFalah Jatilawang Banyumah KH Ahmad Shobri, Pengasuh Pondok Pesantren Nururrohman SIrau Kemranjen KH Ahmad Yunani, Kepala Kantor Kemenag Dr Ibnu Asaduddin, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Dr Afifuddin Idrus dan KH Mukhlasin Bugangin.

Proses ujian terbuka juga dihadiri ayahanda Agus Ujianto Drs H Sidik Prayitno MPd, Ibundanya Hj Widyastuti AMD, istrinya Dr Martin Pratiwi MPH anak tunggal Zein Bagus Ujiro Sidik. Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Ke-14 2020–2024 Prof Dr HM Syarifuddin, S.H., MH, Wakil Bupati Banjarnegara Gus Wakhid, Para Ketua IDI, Kepala Dinas Kesehatan dan lain-lain.

Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif terhadap anggota Komunitas The Plegia Banjarnegara yang aktif menjalankan salat Duha. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.

Shalat Duha

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum membiasakan shalat Duha, subjek penelitian cenderung memiliki self-compassion yang rendah. Kondisi itu ditandai dengan kecenderungan menyalahkan diri sendiri, merasa terasing, dan sulit melepaskan diri dari pengalaman negatif yang dialami.

Setelah melaksanakan shalat Duha secara konsisten, terjadi perubahan yang ditandai meningkatnya kemampuan menerima diri, mengelola emosi secara lebih seimbang, tumbuhnya rasa syukur, optimisme, kepercayaan diri, serta keberanian menjalani kehidupan sesuai potensi yang dimiliki.

Penelitian juga menemukan bahwa proses penguatan self-compassion berlangsung melalui internalisasi nilai-nilai salat Duha secara bertahap, mulai dari mengenal makna ibadah, memahami nilai yang terkandung di dalamnya, menghayati, hingga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses tersebut mendorong perubahan pada aspek kognitif, afektif, spiritual, dan perilaku.

Dalam disertasinya, Agus Ujianto menyimpulkan shalat Duha tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga dapat menjadi instrumen penguatan psikospiritual melalui pendekatan Spiritual Agency Integration (SAI). Pendekatan ini menggabungkan refleksi diri, kesadaran spiritual, regulasi emosi, dan pembentukan makna hidup sebagai fondasi untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis penyandang tunadaksa.

Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kajian Islam, psikologi, dan kesehatan, sekaligus menjadi alternatif model pendampingan bagi penyandang disabilitas berbasis nilai-nilai spiritual. Penelitian ini juga memperkuat pentingnya integrasi antara pendekatan keagamaan dan ilmu pengetahuan dalam meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan.

Bio-Fiqih Masa Depan

Momentum kelulusan Doktor Studi Islam ke-91 di UIN Saizu Purwokerto tidak sekadar melahirkan pemikiran akademis baru di atas kertas. Peristiwa bersejarah ini langsung menjelma menjadi langkah taktis-strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara RektorUIN Saizu, Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag., dan Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B.

Langkah monumental ini memposisikan kedua tokoh tersebut sebagai motor pembuka sekaligus penggerak awal gerbang Studi Islam Kedokteran, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kolaborasi ini melampaui batasan kerja sama institusional biasa. Dibawah kepemimpinan Prof. Ridwan dan dr. Agus Ujianto, kedua institusi sepakat mengintegrasikan kedalaman studi Islam transdisipliner dengan aplikasi kedokteran praktis masa depan. Ini adalah sebuah misi visioner untuk menjawab tantangan zaman modern, di mana bioteknologi, digitalisasi kesehatan, dan kedokteran regeneratif memerlukan jangkar etis serta legalitas hukum Islam yang kuat—sebuah konsep mutakhir yang disebut sebagai Bio-Fikih Masa Depan.

RSI Sultan Agung, yang telah kokoh sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama dengan komitmen pelayanan berbasis syariah, kini memantapkan fungsinya sebagai laboratorium hidup (living laboratory). Tempat di mana teori-teori studi Islam kontemporer diuji, divalidasi, dan diimplementasikan secara riil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....