Rektor USM Tegaskan Nol Toleransi terhadap Kekerasan di Lingkungan Kampus
- 26 Mei 2026 13:29 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Rektor Universitas Semarang (USM), Dr Supari MT menegaskan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan kampus USM. Warga kampus harus bergerak dari sekadar responsif menjadi preventif, dari sekadar prosedural menjadi substansial, dan dari sekadar formalitas menuju keberpihakan nyata kepada korban.
Hal itu diungkapkannya saat membuka Pelatihan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus USM pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan menghadirkan narasumber Witi Muntari, M.Pd dari Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan HAM/ LRC KJHAM, dan Ninik Jumoenita, SH dari Sammi Institut.
Rektor mengatakan, perguruan tinggi tidak hanya ruang transfer ilmu pengetahuan. Akan tetapi juga ruang pembentukan karakter, nilai, dan peradaban. ''USM memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk memastikan bahwa seluruh sivitas akademika berada dalam lingkungan yang aman, bermartabat, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,'' katanya.
Menurutnya, kekerasan, dalam bentuk apa pun tidak hanya melukai individu, tetapi juga merusak fondasi kepercayaan dan integritas institusi pendidikan itu sendiri. Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan merupakan manifestasi dari komitmen kita terhadap nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap HAM.
''Pelatihan ini sebagai langkah konkret dan progresif dalam memperkuat kapasitas institusi kita. Para Wakil Dekan, tenaga kependidikan, serta Satgas PPK memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menciptakan sistem yang responsif, sensitif, dan berkeadilan dalam menangani berbagai kasus kekerasan di lingkungan USM,'' ujarnya.
Rektor menambahkan, kehadiran para calon duta kampus dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Hal menunjukkan USM tidak hanya membangun sistem, tetapi juga membangun agen perubahan sebagai generasi muda yang memiliki kesadaran kritis, empati sosial, dan keberanian untuk menjadi bagian dari solusi.
Ia berharap, melalui pelatihan ini akan terbangun pemahaman yang komprehensif mengenai bentuk dan dinamika kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, sehingga akan tercipta keseragaman perspektif dan langkah dalam pencegahan dan penanganan kasus. " Serta lahir komitmen kolektif untuk menjadikan USM sebagai kampus yang aman, adil, dan berintegritas,'' ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....