Transformasi Hukum Ditengah Berkembangnya Dunia Kesehatan Global
- 23 Mei 2026 16:20 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Tantangan bidang kesehatan yang berkembang dengan pesat dalam ilmu kedokteran, teknologi kesehatan, serta digitalisasi layanan kesehatan membawa perubahan signifikan dalam sistem pelayanan kesehatan global. Kondisi tersebut memunculkan berbagai persoalan hukum yang kompleks, seperti regulasi, tata kelola, akuntabilitas, perlindungan hak pasien, hingga penyelesaian sengketa medis.
Untuk itu, Program Magister Hukum Kesehatan Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan forum internasional The 4th Health Law International Online Seminar (HLIOS) 2026. Kegiatan merupakan forum akademik internasional yang mempertemukan para pakar, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas isu-isu strategis dalam hukum kesehatan dan medis pada Sabtu 23 Mei 2026.
Ketua Panitia HLIOS 2026, dr. Susy Ariyanie Yusuf M.H. mengatakan, seminar intrenasional ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mengembangkan kajian hukum kesehatan yang responsif terhadap dinamika global. “HLIOS 2026 menjadi wadah penting untuk bertukar gagasan, memperkaya perspektif, serta merumuskan solusi hukum yang adaptif terhadap berbagai tantangan kesehatan global,” ujarnya.
Sekretaris Program Studi Magister Hukum Kesehatan SCU, Dr. Endang Wahyati Yustina, S.H., M.H mengatakan, HLIOS 2026 hadir sebagai ruang dialog akademik untuk membahas tantangan tersebut. Sehingga forum internasional membrikan pandangan secara komprehensif dan komparatif lintas negara, termasuk dalam konteks pandemi, penuaan populasi, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi kesehatan.
“Narasumber berasal dari Taiwan, Filipina, Malaysia, dan Singapura, dengan fokus pada perkembangan teknologi medis, regulasi, penyelesaian sengketa, telemedicine, dan palliative care. Pembahasan juga mencakup penanganan pandemi dan kerahasiaan medik dalam undang-undang terbaru,” terangnya.
Menurutnya, forum internasional HLIOS 2026 merupakan bagian dari upaya internasionalisasi program studi yang terakreditasi unggul dan membangun jaringan akademik internasional. Sehingga program Magister Hukum Kesehatan SCU memiliki tugas menghadirkan suasana akademik dan wawasan yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa.
“Kita membangun suasana akademik dengan berbagai kegiatan yang menjadi forum internasional bagi mahasiswa untuk menambah ilmu pengetahuan dan mengembangkan jaringan intenasional. Secara akademik mahasiswa juga ada kesempatan untuk parallel session untuk presentasi secara berkelompok maupun mandiri,” ucapnya.
Seminar Internasional mengangkat tema “Emerging Global Challenges in Health and Medical Law: Regulation, Governance, and Dispute Settlement” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Seminar ini menghadirkan dari berbagai negara diantaranya, Menteri Kesehatan, Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU sebagai Keynote Speaker.
Kemudian, Kumaralingam Amirthalingam dari National University of Singapore dan Muhammad Nasser dariSoegijapranata Catholic University dan Chung-Shan Hung dari Hungkuang University, Taiwan, Topik yang diangkat diantaranya Tata kelola hukum kesehatan dan kesehatan masyarakat.
Hukum kesehatan global dan komparatif, Hak pasien dan bioetika, Tanggung jawab profesi medis dan sengketa hukum. Lalu ada eknologi kesehatan digital dan kecerdasan buatan hingga Tantangan masa depan dalam hukum kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....