Perkuat SDM, UPGRIS Kukuhkan Guru Besar Bidang Ekonomi Pembangunan

  • 21 Mei 2026 17:40 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Universitas PGRI Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pengukuhan Prof. Dr. Ir Efriyani Sumastuti MP sebagai Guru Besar bidang keilmuan Ekonomi Pembangunan pada Kamis, 21 Mei 2026. Pengukuhan itu menjadi upaya meningkatkan daya saing institusi dalam pengembangan riset dan kualitas lulusan.

Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati MHum mengatakan pihaknya terus mendorong lahirnya professor baru yang tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga ilmu murni. Kali ini, UPGRIS melahirkan Guru Besar ke-12 dalam bidang ekonomi pembangunan.

“Kita akan terus berharap ada percepatan guru besar di masa-masa yang akan datang. Kemarin kita sudah di rapat senat itu menyetujui untuk untuk mengajukan tiga orang calon guru besar,” ungkapnya.

Menurutnya, orasi ilmiah yang disampaikan Prof Efriyani sangat menarik terkait Literasi Keuangan dan Tabungan sebagai Pilar Ketahanan Rumahtangga, dan Pariwisata Berkelanjutan. Karya ilmiah ini sangat mengedukasi dalam pengelolaan ekonomi untuk membangun ketahanan ekonomi rumahtangga .

“Kalau kita punya literasi keuangan, Insyaallah keluarga kita jadi baik-baik saja. Tidak ada yang namanya besar pasak daripada tiang,” ucapnya.

Rektor berharap, semakin bertambahnya profesor akan meningkatkan kekuatan dan mutu layanan pendidikan tinggi UPGRIS, sehingga guru besar ini dapat meningkatkan kontribusi dan berdampak positif terhadap kampus bagi masyarakat. “Kita harapkan akan berkontribusi lebih banyak terhadap masyarakat dan kehadiran mereka akan terus dibutuhkan oleh masyarakat sesuai dengan bidangnya,” ujarnya.

Prof Efriyani mengungkapkan, penelitiannya membahas tentang literasi keuangan, digitalisasi, dan UMKM, khususnya kuliner. Sektor tersebut memiliki kesinambungan dan saling berkaitan dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

“Penelitian sesuai dengan bidang saya ekonomi pembangunan. Kebetulan juga saya tahun ini alhamdulillah dapat dana hibah dari Dikti tentang literasi keuangan, digitalisasi, kemudian UMKM khususnya kuliner,” ujarnya.

Ia berharap penelitiannya dapat dikembangkan di daerah lain, tidak hanya di Kota Semarang. Penelitiannya dapat dikembangkan di daerah lain yang disesuaikan dengan karakteristik daerah.

“Intinya, saya utamanya tentang tabungan rumah tangga yang dikembangkan ke tabungan usaha untuk UMKM. UMKM kita juga lebih cepat berkembang, lebih cepat naik kelas yang dikaitkan dengan pariwisata melalui UMKM kuliner," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....