Dosen Universitas Semarang Raih Doktor Lewat Riset Blockchain Daging Segar Halal

  • 20 Mei 2026 19:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Dosen Program Studi S1 Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM), Whisnumurti Adhiwibowo, S.T., M.Kom meraih gelar doktor melalui riset pengembangan sistem blockchain untuk memperkuat penelusuran dan validasi daging segar halal. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap peredaran daging halal, khususnya di pasar tradisional.

Gelar doktor diraih Whisnumurti pada Program Studi Doktor Sistem Informasi (DSI) Universitas Diponegoro (Undip), Selasa, 19 Mei 2026. Ia mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Framework Blockchain dalam Penelusuran dan Keberlanjutan Daging Segar Halal dengan Metode Crow Search Algorithm”.

Wakil Rektor III USM, Dr. April Firman Daru, S.Kom., M.Kom mengatakan capaian tersebut menambah jumlah doktor di lingkungan FTIK USM menjadi 14 orang. Ia menilai hasil riset Whisnumurti tidak hanya bersifat inovatif, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dr. Whisnumurti Adhiwibowo tidak hanya menghasilkan karya inovasi. Alat dari inovasi ini bisa mendeteksi dan menvalidasi kehalalan daging sehingga masyarakat tidak perlu ragu terhadap peredaran daging,” ungkap Dr. April Firman Daru.

Whisnumurti menjelaskan, sistem penelusuran dan jaminan kehalalan daging segar di pasar tradisional selama ini masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari transparansi informasi, integritas data, validasi kehalalan, hingga pencatatan kondisi distribusi. Kondisi tersebut membuat bukti digital yang tersedia belum sepenuhnya mampu memperkuat kepercayaan konsumen terhadap status halal suatu produk.

“Penelitian ini bertujuan mengembangkan artefak framework dual-blockchain untuk penelusuran dan keberlanjutan daging segar halal. Ini mengintegrasikan blockchain transaksi untuk pencatatan aktivitas halal dan blockchain IoT untuk pencatatan suhu serta kelembaban selama distribusi,” ungkap Dr. Whisnumurti Adhiwibowo.

Dalam risetnya, ia menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR) yang dipadukan dengan System Development Life Cycle (SDLC) melalui tahapan perencanaan, desain, implementasi, hingga evaluasi sistem. Validasi halal dilakukan melalui mekanisme Proof of Authority (PoA) dengan melibatkan penyelia rumah potong hewan (RPH) dan Juru Sembelih Halal (JULEHA) sebagai validator.

“Pendekatan penelitian menggunakan Design Science Research (DSR) yang dipadukan dengan System Development Life Cycle (SDLC) melalui tahap perencanaan, desain, implementasi, dan evaluasi sistem. Mekanisme validasi halal diterapkan melalui Proof of Authority (PoA) yang menempatkan penyelia RPH dan JULEHA sebagai validator berotoritas, sedangkan Crow Search Algorithm (CSA) digunakan untuk mengolah data sensor dan menentukan nilai minimum-maksimum sebagai indikator kondisi ekstrem distribusi,” katanya.

Hasil penelitian menunjukkan seluruh modul sistem berjalan sesuai spesifikasi dengan sinkronisasi data sensor ke blockchain mencapai latensi rata-rata empat detik pada lingkungan implementasi terbatas. Tingkat penerimaan pengguna juga mencapai 80,7 persen dengan kategori sangat baik.

Temuan tersebut dinilai relevan untuk memperkuat transparansi, auditabilitas, dan penelusuran digital daging segar halal di pasar tradisional. Hal ini sekaligus menjadi solusi berbasis teknologi untuk meningkatkan perlindungan konsumen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....