Peneliti BRIN Siap Dukung Peningkatan Mutu Kelengkeng Khas Batang

  • 14 Mei 2026 08:21 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengapresiasi kepedulian Badan Pengelola Kampus di Luar Kampus Utama (BPK2U) Universitas Diponegoro Batang yang menggelar workshop bersama para petani milenial dengan topik "Teknologi Perbaikan Penampilan Kekerasan Kulit Kelengkeng". Sebagai wujud dukungan, para peneliti BRIN siap memberikan solusi untuk memperbaiki tampilan kelengkeng hasil panenan petani lokal Batang.

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dr. Arief Arianto, mengapresiasi potensi buah kelengkeng sebagai salah satu komoditas unggulan lokal Kabupaten Batang. Komoditas ini memiliki peluang besar untuk dipasarkan di pasar hortikultura nasional.

“Inovasi riset dan teknologi sangat diperlukan untuk memperbaiki penampilan serta meningkatkan produktifitas buah kelengkeng. Misalnya melalui penerapan teknik penanganan pascapanen dan budidaya yang tepat, sehingga dihasilkan buah kelengkeng berkualitas," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis, 14 Mei 2026.

Menurutnya, pola tersebut tentu akan menghasilkan tampilan cerah dan mengilap, rasa yang legit, serta memiliki daya simpan dan masa kesegaran yang lebih lama. "Dengan demikian, buah dapat didistribusikan ke berbagai daerah dalam kondisi tetap baik," ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan baru seperti bioekonomi sirkular juga memiliki manfaat lainnya. Hal ini akan mendukung pengelolaan kebun kelengkeng yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sementara, perwakilan petani kelengkeng milenial, Aditya Reza Kusuma membenarkan, meski rasanya manis dan ukuran buah cukup besar, namun masih kalah bening warna kulitnya dengan kelengkeng kualitas impor. Hal ini menjadi catatan para petani milenial, karena warna kulit kelengkeng Batang cepat menghitam.

"Tentu kurang menarik ketika dipajang di minimarket. Alhamdulillah kami didukung Undip, BRIN dan Indomaret, yang memberi solusi mencelupkan kelengkeng usai dipanen, ke zat khusus yang aman bagi buah, supaya tampilannya jadi bersih harganya pun lebih bersaing," ujarnya.

Saat ini terdapat delapan ribu pohon kelengkeng lokal Batang yang tersebar di beberapa titik. Rinciannya, dua ribu pohon di Kuripan Subah, dua ribu di Timbang Subah, dua ribu di Tersono, serta dua ribu di Ngadirejo Reban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....