Presentasi Calon Guru Besar Undip Soroti Riset Ternak Lokal dan Humaniora Digital
- 06 Mei 2026 10:26 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Universitas Diponegoro(Undip) kembali menggelar presentasi makalah ilmiah calon Guru Besar yang diselenggarakan Dewan Profesor Undip. Kegiatan ini menyoroti inovasi di bidang genetika ternak dan teknologi bahasa berbasis digital.
Presentasi berlangsung di Ruang Sidang Senat Akademik Gedung SA-MWA kampus Tembalang, Senin, 4 Mei 2026. Dua calon Guru Besar yang tampil yakni Ir. Sutopo, M.Sc., Ph.D. dari Fakultas Peternakan dan Pertanian, serta Prihantoro, S.S., M.A., Ph.D. dari Fakultas Ilmu Budaya.
Pada sesi pertama, Sutopo memaparkan riset tentang peningkatan mutu genetik ternak lokal melalui penanda molekuler. Ia menekankan pentingnya menjaga plasma nutfah sekaligus meningkatkan produktivitas peternakan nasional.
Salah satu fokus kajiannya adalah sapi Bali yang memiliki daya adaptasi genetik kuat. Jejak genetiknya juga ditemukan pada sejumlah sapi lokal melalui proses persilangan dengan berbagai galur.
Selain itu, ia menyoroti potensi ayam lokal seperti Ayam Cemani yang memiliki karakteristik unik. “Ayam ini memiliki karakter khas berupa fibromelanosis, yaitu pigmentasi hitam pada hampir seluruh jaringan tubuh, serta penanda molekuler spesifik pada gen D-loop dan ND3,” kata Sutopo melalui keterangan tertulis.
Dalam bidang sapi perah, ia juga menjelaskan peran gen TLR4 yang berkaitan dengan produksi susu dan ketahanan terhadap penyakit. Temuan ini membuka peluang pengembangan sapi yang lebih produktif dan adaptif di lingkungan tropis.
Sementara itu, pada sesi kedua, Prihantoro memaparkan inovasi di bidang humaniora digital melalui sistem CORTEX. Sistem ini dirancang untuk membantu penelusuran dan interpretasi data korpus secara lebih efektif.
Ia menjelaskan, teknologi berbasis Natural Language Processing kini semakin berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi tersebut mencakup penerjemahan mesin, text-to-speech, hingga analisis teks untuk kebijakan publik.
Menurutnya, pengolahan data bahasa selama ini masih bergantung pada keahlian peneliti. Melalui CORTEX, proses analisis dapat dipermudah dengan bantuan kecerdasan buatan.
Prihantoro menilai inovasi ini penting untuk mendukung kemandirian teknologi bahasa di dalam negeri. Selain itu, sistem ini juga berkontribusi pada penguatan sumber daya manusia dan transformasi digital.
Melalui presentasi ini, Undip menunjukkan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan lintas bidang. Mulai dari inovasi genetika ternak lokal hingga penguatan humaniora digital berbasis teknologi bahasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....