LCC USM, Bantu Wujudkan Kualitas Penulisan Karya Ilmiah

  • 02 Mei 2026 10:56 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC – Language and Culture Center) membantu para mahasiswa, dosen, masyarakat umum dalam penulisan karya ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi, maupun artikel ilmiah. Bantuan tersebut berupa proofreading, yaitu tahap akhir dalam proses penulisan yang krusial untuk memastikan kualitas tulisan.

Tahap ini membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tinggi untuk menangkap kesalahan, misalnya typo, yang mungkin terlewat selama proses penulisan dan revisi awal. Intinya, proofreading merupakan proses menyempurnakan suatu karya ilmiah agar menjadi lebih berkualitas sesuai tujuan penulisan, terutama dari aspek kebahasaan, redaksional, sistematika penulisan.

Direktur USM LCC, Dr Adi Ekopriyono menyampaikan hal tersebut dalam live streaming instagram, baru-baru ini, didampingi Adiprana Yogatama (Marketing). Live streaming perdana LCC tersebut diikuti oleh 122 orang, baik internal maupun eksternal USM.

Beberapa di antara mereka menanyakan tentang layanan yang diberikan LCC, tentang masa berlaku dan kegunaan sertifikat TOEFL ITP yang berstandar internasional. Biasanya, sebelum maju ke dosen pembimbing atau promotor, mahasiswa kurang percaya diri.

"Membaca berulang-ulang proposal skripsinya, tesisnya, disertasinya, cari referensi yang baru, malah makin kurang percaya diri dan ragu-ragu. Revisi lagi, revisi lagi, sehingga tertunda-tunda. Begitu juga dalam hal penulisan artikel ilmiah sebelum dikirim ke jurnal. Proofreading LCC sangat membantu untuk mengatasi kendala ini,'' katanya Sabtu 2 Mei 2026.

Dia menambahkan, live streaming sebagai langkah sosialisasi LCC ke lingkungan civitas academica USM dan masyarakat umum. ''Kami juga terbuka bagi penyelenggaraan tes kemampuan bahasa Inggris bagi mahasiswa perguruan tinggi lain,'' ujarnya.

Narasumber, Adiprana Yogatama mengatakan, live streaming Instagram akan dilakukan secara periodik sebagai langkah LCC dalam memberikan layanan bagi mahasiswa, dosen, maupun masyarakat umum. ''ilakan Anda bertanya hal-hal yang berkaitan dengan LCC, bahasa, dan budaya. Silakan memberi masukan-saran kepada kami, agar layanan kami makin baik,'' katanya.

Untuk para mahasiswa dan generasi muda, katanya, Menteri minta teruslah belajar, jangan takut bermimpi besar.

''Jadilah pembelajar yang kritis, pencipta gagasan, dan pemecah masalah. Masa depan Indonesia Emas tidak diwariskan, melainkan dibangun melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen untuk terus maju,'' tandasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....