Riset Dosen UIN Walisongo Tembus Jurnal Internasional, Bahas Bias Budaya Buku Ajar
- 30 Apr 2026 14:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Dosen UIN Walisongo, Eko Widianto yang tengah menempuh studi doktoral di University of Galway, Irlandia menorehkan prestasi akademik internasional. Riset terbarunya yang berjudul Language teaching or cultural selling? A critical discourse analysis of tourism bias in BIPA textbooks resmi diterbitkan oleh jurnal bergengsi Humanities and Social Sciences Communications pada April 2026.
Penelitian yang digarap bersama Tina-Karen Pusse ini melakukan analisis kritis terhadap buku teks Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Fokus utama riset ini adalah mengevaluasi bagaimana materi budaya disajikan dalam buku ajar bahasa tersebut.
Dalam jurnal tersebut, Eko Widianto menggunakan metode Critical Discourse Analysis (CDA) untuk membedah isi buku teks BIPA. Temuan utamanya menunjukkan adanya kecenderungan atau bias pariwisata yang sangat kuat dalam materi pengajaran budaya Indonesia.
Artikel ini mempertanyakan apakah buku teks BIPA saat ini benar-benar berfungsi sebagai media pengajaran bahasa yang murni. Atau, justru telah bergeser menjadi alat penjualan budaya (cultural selling) yang terlalu mengedepankan sisi eksotisme pariwisata.
“Riset ini menyoroti bahwa representasi budaya Indonesia dalam buku teks seringkali terjebak pada narasi pariwisata yang dangkal. Berpotensi mengabaikan kompleksitas sosial dan keragaman identitas budaya Indonesia yang sesungguhnya,” katanya.
Menurutnya, materi BIPA seharusnya memberikan pemahaman budaya yang lebih mendalam dan inklusif, bukan sekadar mempromosikan destinasi wisata. Temuan ini sangat penting bagi para penyusun kebijakan pendidikan, penulis buku teks, dan pengajar BIPA.
Ia mengatakan, pengajar bisa melakukan dekonstruksi terhadap konten-konten yang bias agar pembelajar asing. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan gambaran yang lebih objektif dan kritis mengenai Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....