Ujian Nasional Santri Berbasis CAT, antara Kebutuhan dan Tantangan Tradisi

  • 28 Apr 2026 16:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Penerapan Ujian Nasional Santri berbasis Computer Assisted Test (CAT) di lingkungan pesantren menjadi sorotan. Digitalisasi dinilai sebagai keniscayaan, namun juga memunculkan sejumlah tantangan, khususnya di lembaga pendidikan berbasis tradisi.

Pengamat pendidikan, Ahmad Rofiq, menyatakan, perkembangan teknologi harus direspons secara bijak oleh dunia pesantren. Menurutnya, prinsip menjaga nilai lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik tetap relevan dalam menghadapi era digital.

Ia menegaskan, penggunaan sistem CAT merupakan bagian dari adaptasi terhadap kemajuan teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat.

“Santri tidak boleh tertinggal. Teknologi memang tidak memiliki rasa, tetapi memiliki kemampuan kerja yang sangat luar biasa,” katanya, Senin, 27 April 2026.

Meski demikian, ia mengakui adanya kekhawatiran dari orang tua terkait efektivitas ujian berbasis komputer dalam menjamin kualitas keilmuan santri. Ia menilai, esensi ilmu tetap berada pada pemahaman, bukan pada media yang digunakan.

“Ilmu itu ada di dalam diri, bukan pada perangkat. Teknologi hanya alat,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan adanya risiko “culture shock” dalam penerapan sistem berbasis teknologi di lingkungan pesantren yang masih menjunjung tinggi tradisi. Menurutnya, tantangan utama terletak pada kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur.

“Pemerintah perlu memperhatikan kesiapan tersebut agar tidak terjadi kesenjangan dalam pelaksanaan,” ucapnya. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan ujian berbasis CAT tidak hanya menjadi rutinitas tahunan.

Menurutnya, peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan kapasitas tenaga pendidik harus menjadi prioritas. Dengan demikian, penerapan CAT diharapkan tidak hanya mengikuti arus digitalisasi, tetapi juga mampu meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan pesantren di tingkat global. (Aritsu)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....