Tumbuhkan Desa Wisata Tjokro, Pokdarwis Tjakrawala - PKK Dilatih Pelatihan Digital

  • 21 Agt 2026 19:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Klaten - Potensi pariwisata pedesaan berbasis sumber daya alam dan budaya terus didorong untuk beradaptasi dengan era transformasi digital. Guna memperluas jangkauan promosi destinasi, Tim Program Desa Binaan (PDB) Unnes berkolaborasi Bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tjakrawala dan Tim Penggerak PKK Desa Cokro menggelar Pelatihan Digital Marketing di Joglo Latar Tjokro, Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, baru-baru ini.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan publikasi serta promosi potensi unggulan Desa Wisata Tjokro. Selama ini, desa tersebut dikenal berkat kekayaan mata air alami legendaris seperti Objek Mata Air Cokro (OMAC), lanskap pedesaan yang asri, dan ragam wisata petualangan (river tubing dan offroad).

Ketua Tim Program Desa Binaan (PDB) Desa Cokro, Edi Kurniawan menilai, ada potensi lain yaitu kuliner lokal. Seluruh potensi yang ada di Desa Tjokro ini memerlukan penetrasi pasar digital yang lebih kuat agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut dia, pelatihan ini merupakan bagian terintegrasi dari program pengabdian masyarakat berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Hibah yang dibiayai oleh DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah ruang lingkup Program Desa Binaan.

"Saat ini program telah memasuki tahun ketiga, dengan fokus utama pada standardisasi dan optimalisasi promosi melalui media online," ujar Edi Kurniawan di sela-sela kegiatan di Joglo Latar Tjokro. Berlokasi di kawasan asri Joglo Latar Tjokro, kegiatan ini memadukan literasi digital teoritis dan praktik lapangan langsung.

Edi menuturkan, para peserta yang terdiri atas pemuda pengelola wisata dan kader perempuan PKK ini dibekali berbagai materi aplikatif. Seperti di antaranya Fotografi dan Videografi Ponsel, teknik mengambil sudut visual produk kuliner, atraksi air, dan panorama alam secara profesional menggunakan smartphone.

"Kami juga memberikan pelatihan Manajemen Media Sosial: Strategi mengelola platform populer seperti Instagram dan TikTok, pemanfaatan tagar geografis, serta pembacaan algoritma konten. Ada juga Penulisan Narasi Promosi (Copywriting): Penyusunan narasi persuasif (storytelling) yang mengangkat kearifan lokal serta potensi keindahan Desa Cokro," ungkapnya.

Ketua Pokdarwis Tjakrawala, Agung Prasetya menyambut baik dukungan penuh dari tim PDB. Keterlibatan ibu-ibu PKK bersama elemen pemuda desa dipandang sebagai kolaborasi ideal; PKK berfokus pada promosi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kuliner khas, sementara pemuda Pokdarwis mengelola konten atraksi dan lanskap wisata.

Melalui penguasaan media digital dan promosi terstandar ini, aset dan pesona Desa Wisata Tjokro diharapkan dapat terakses secara luas oleh pasar wisatawan yang masif. Langkah inklusif ini diyakini mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan secara berkelanjutan, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Cokro.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....