Teliti Perilaku Beton, Dosen USM Raih Doktor Teknik Sipil Unissula
- 25 Apr 2026 14:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Dosen Teknik Sipil Universitas Semarang (USM), Nur Fithriani Fatma Cholida, ST, MT meraih gelar Doktor Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) pada 25 April 2026. Nur Fithriani Fatma berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul ''Perilaku Beton SCC (Self Compacting Concrete) Mutu Tinggi Terkekang (Confined) Berserat Baja terhadap Beban Konsentrik”.
Nur Fithriani mengatakan, Self Compacting Concrete (SCC) atau sering juga disebut beton memadat sendiri mempunyai banyak keunggulan dalam pelaksanaan pengerjaan. Hal itu karena lebih efisien dan tidak memerlukan alat khusus untuk pengerjaannya.
''Penerapan SCC pada beton berserat baja mutu tinggi sangat berguna untuk mengatasi sifat kelecakan beton yang kurang baik. Penelitian ini membahas beton berserat baja terkekang yang terbuat dengan teknologi SCC guna mengevaluasi perilaku kekuatan dan daktilitas beton terkekang,'' katanya.
Dia mengatakan, sebanyak 48 spesimen penampang bulat dan 18 spesimen penampang persegi dibuat dan diuji terhadap beban konsentrik yang bersifat monotonik. Parameter desain yang ditinjau meliputi volume fraksi serat, rasio air semen (w/c), karakteristik tulangan pengekang yaitu spasi, rasio volumetrik, tegangan leleh dan tipe pengekang (spiral dan hoop) khusus untuk penampang bulat,” tambahnya.
''Hasil eksperimen menunjukkan teknologi beton Self Compacting Concrete (SCC) beton mutu tinggi berserat baja dapat dicapai dengan memberi bahan tambah Consol SS-8 setidaknya sebanyak 0,6% dari berat semen. Dalam rasio air semen (w/c) yang sama, kuat tekan beton SCC meningkat seiring dengan meningkatnya volume fraksi serat (vf),'' ujarnya.
Ia mengungkapkan, modus keruntuhan beton berserat baja SCC terkekang secara umum mempunyai pola keruntuhan yang daktail, di mana tidak terjadi keruntuhan yang tiba-tiba saat beban maupun deformasi maksimum tercapai. Karakteristik tulangan pengekang yang dipasang sangat berperan dalam menghasilkan nilai peningkatan kekuatan beton terkekang (K) maupun daktilitas (TI).
''Pemasangan spasi tulangan pengekang yang lebih rapat atau rasio volumetrik yang lebih tinggi akan menghasilkan peningkatan nilai K dan daktilitas yang lebih tinggi pula. Penambahan volume fraksi serat pada beton terkekang cenderung menurunkan nilai K namun sebaliknya nilai TI meningkat, jika tulangan pengekang dipasang dengan spasi yang sama dengan diameter specimen," ungkapnya
Menurutnya, hal itu menunjukkan penambahan volume fraksi serat belum tentu meningkatkan nilai K secara otomatis, namun lebih berpengaruh dalam meningkatan daktilitas. Pada beton terkekang penampang persegi, katanya, pemasangan rasio volumetrik (konfigurasi sengkang ikat silang) dan tegangan leleh tulangan pengekang paling tinggi akan menghasilkan perilaku peningkatan kekuatan dan daktilitas beton berserat baja terkekang yang optimal.
Ia mengatakan, secara umum spiral mempunyai kinerja yang lebih baik dari hoop dalam menghasilkan nilai K dan daktilitas. Namun kinerja hoop lebih superior dibandingkan spiral apabila tulangan pengekang menggunakan tegangan leleh yang tertinggi (dalam hal ini fy=544 MPa).
Pihaknya menjelaskan, perbandingan model-model kekangan eksisting dengan hasil eksperimen menunjukkan, model kekangan usulan Purwanto et al. lebih dekat dengan hasil eksperimen penampang bulat. Sementara itu model kekangan usulan Paultre et al. lebih dekat dengan hasil-hasil eksperimen penampang persegi dari penelitian ini.
''Analisis keruntuhan beton berserat baja terkekang SCC menggunakan kriteria Mohr Coulomb menghasilkan nilai koefisien efektifitas kekangan (α) sebesar 3,0. Implikasi desain tulangan pengekang yang diturunkan dari hasil penelitian ini menghasilkan persamaan rasio volumetrik tulangan pengekang minimum pada kolom beton berserat baja SCC yang cukup konservatif bila dibandingkan dengan persamaan desain yang digunakan dalam beberapa standar perencanaan,'' tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....