Tekanan UTBK Tinggi, Pakar Soroti Risiko Burnout pada Siswa

  • 22 Apr 2026 21:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) kembali menjadi momen yang menegangkan bagi siswa SMA di seluruh Indonesia. Tekanan tinggi dan persaingan ketat kerap memicu kelelahan mental atau burnout, terutama menjelang hari pelaksanaan ujian.

Pakar pendidikan dari UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, M.A. menilai bahwa anggapan UTBK sebagai penentu masa depan dalam hitungan jam perlu diluruskan. Menurutnya, keberhasilan dalam UTBK sejatinya merupakan hasil dari proses panjang, bukan sesuatu yang ditentukan secara instan.

“Memang momen penentu ada di saat UTBK, tetapi prosesnya panjang. Siswa yang mempersiapkan diri dengan baik tentu akan lebih siap menghadapi ujian dibandingkan yang tidak memiliki persiapan,” katanya kepada RRI, Rabu, 22 April 2026.

Ia menjelaskan, persepsi bahwa masa depan ditentukan dalam satu kali ujian justru dapat memperbesar tekanan psikologis siswa. Padahal, UTBK hanyalah salah satu instrumen seleksi masuk perguruan tinggi yang memiliki keterbatasan.

Lebih lanjut, Prof. Ahmad menekankan pentingnya kesiapan akademik yang matang dibandingkan mengandalkan strategi instan. Maraknya tips dan trik cepat di media sosial dinilai tidak selalu efektif jika tidak dibarengi pemahaman materi yang kuat.

“Kalau tidak menguasai materi, lalu mengandalkan spekulasi, hasilnya tidak akan maksimal. Proses itu tidak akan mengkhianati hasil,” katanya.

Menurutnya, siswa perlu membangun pola belajar yang konsisten dan menjaga kesehatan mental selama masa persiapan. Dukungan dari lingkungan, baik keluarga maupun sekolah, juga berperan penting dalam mengurangi tekanan yang dirasakan siswa.

Prof. Ahmad juga mengingatkan bahwa kegagalan dalam UTBK bukanlah akhir dari segalanya. Ia mendorong siswa untuk tetap bangkit dan melihat peluang lain yang masih terbuka.

“Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Yang penting jangan patah semangat. Setiap jatuh harus bisa bangkit kembali,” ucapnya.

Dengan pendekatan yang lebih realistis dan proses belajar yang matang, diharapkan siswa dapat menghadapi UTBK dengan lebih tenang dan percaya diri, tanpa terbebani anggapan bahwa satu ujian akan menentukan seluruh masa depan mereka. (Aritsu)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....