Judi Online Mengintai Anak Muda, Ini Kata Mahasiswa UIN Walisongo
- 21 Apr 2026 13:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Fenomena judi online semakin marak di kalangan anak muda dan menjadi ancaman serius. Akses yang mudah membuat banyak orang terjebak tanpa menyadari dampaknya.
Ketua Umum HMJ BPI UIN Walisongo, Ainun Abdul Hakim, menilai ada dua faktor utama penyebab fenomena ini. Faktor tersebut adalah kemudahan akses dan kamuflase bentuk yang menyerupai game.
Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Rabu, 16 April 2026 pagi. Diskusi tersebut mengangkat bahaya judi online dari perspektif mahasiswa BPI.
Ia menilai hal ini menjadi pintu awal kecanduan. “Judi online itu bisa menyamar seperti game, jadi orang tidak sadar sedang terjebak,” ujarnya.
Menurut Ainun, rasa penasaran dan iming-iming keuntungan instan menjadi pemicu utama. Banyak orang tergoda karena berharap mendapatkan uang dengan usaha minimal.
Selain itu, faktor psikologis seperti hormon dopamin juga berperan dalam kecanduan. Rasa senang saat menang membuat seseorang ingin terus mencoba kembali.
Ainun menjelaskan dampak judi online tidak hanya soal keuangan. Dampaknya juga menyentuh aspek mental, sosial, hingga spiritual seseorang.
Ia menyebut kondisi tersebut dapat memicu kecemasan, depresi, hingga pikiran negatif. Bahkan, hubungan sosial dengan keluarga dan teman juga berpotensi rusak.
Ia menegaskan bahaya tersebut sangat nyata. “Dampaknya bukan cuma uang, tapi bisa merusak mental dan hubungan sosial,” katanya.
Dari sisi sosial, korban cenderung menarik diri dan kehilangan kepercayaan orang sekitar. Bahkan, ada potensi melakukan tindakan tidak jujur demi mendapatkan uang.
Ainun juga menyoroti pentingnya peran lingkungan dalam memengaruhi perilaku seseorang. Menurutnya, tekanan teman sebaya sering membuat seseorang ikut terjerumus.
Ia menyarankan pendekatan persuasif untuk membantu korban keluar dari kecanduan. Pendekatan ini dilakukan tanpa menghakimi agar korban merasa aman.
Menurutnya, kontrol diri juga menjadi faktor penting agar tidak terjerumus. Anak muda perlu memiliki kesadaran dalam menggunakan teknologi.
Ainun mengajak generasi muda untuk tidak takut berhenti dari kebiasaan buruk. Ia menegaskan keputusan tersebut justru menjadi langkah awal memperbaiki masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....